Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Putri Zarah Zattira: Setia di Jalur Taekwondo, Ukir Prestasi di Tengah Kesibukan

Maulana Radar Banjarmasin • Sabtu, 18 April 2026 | 22:05 WIB
Putri Zarah Zattira
Putri Zarah Zattira

BANJARMASIN - Konsistensi dan disiplin menjadi kunci bagi Putri Zarah Zattira dalam menapaki dunia olahraga. Di tengah kesibukannya bekerja, ia tetap setia menekuni taekwondo, cabang olahraga yang sudah digelutinya sejak kecil.

Putri merupakan anak kedua dari dua bersaudara, pasangan Burhani Yunus (alm) dan Sri Agustini (47). Bakat olahraga mengalir dalam keluarganya. Sang kakak lebih dulu berprestasi di cabang futsal, sementara Putri memilih jalur lain. Bela diri. Semua berkat dukungan kedua orang tua, terlebih mendiang ayah.

Sejak 2007, ia mulai menekuni taekwondo. Berbagai kejuaraan pun telah diikutinya, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Kini, ia telah menyandang sabuk hitam dan II, yang menjadi simbol perjalanan panjangnya dalam olahraga tersebut.

“Sabuk hitam bukan hanya soal teknik, tapi juga disiplin, tanggung jawab, dan proses latihan yang panjang. Di tingkat ini, saya juga belajar memahami filosofi taekwondo dan mulai membimbing junior,” ujarnya.

Di balik prestasinya, Putri harus menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu antara pekerjaan dan latihan. Saat ini, ia bekerja di BPKPAD Kota Banjarmasin. “Kuncinya ada di disiplin dan manajemen waktu. Walaupun capek setelah bekerja, latihan tetap jadi prioritas,” tuturnya.

Meski intensitas latihan tak selalu maksimal, Putri tetap percaya diri mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk Porprov terakhir di Tanah Laut. “Saya punya dasar latihan yang kuat dan pengalaman. Selain fisik, mental juga sangat menentukan saat bertanding,” ungkapnya.

Perjalanan sebagai atlet tak selalu mulus. Ia pernah merasakan pahitnya kekalahan. Namun, hal itu justru menjadi bahan evaluasi untuk terus berkembang. “Kalau menang itu jadi kebahagiaan, tapi kalau kalah jadi pelajaran. Itu yang membuat saya terus termotivasi,” tuturnya.

Tantangan terbesar baginya adalah menjaga konsistensi di tengah kesibukan. Kondisi fisik yang lelah usai bekerja kerap menjadi hambatan. Namun, ia tetap berusaha menjaga kebugaran dengan olahraga ringan, pola makan teratur, dan istirahat cukup.

Ia mengakui pernah berada di titik ingin berhenti. Namun, dukungan keluarga dan pelatih membuatnya tetap bertahan. “Ini sudah jadi bagian dari hidup saya. Saya ingin terus berjuang dan membanggakan keluarga,” tukasnya.

Ke depan, Putri memiliki keinginan untuk menjadi pelatih agar dapat berbagi ilmu kepada generasi muda. “Saya ingin berbagi pengalaman dengan atlet yang lebih muda. Banyak juga dukungan dari senior dan teman untuk mengambil sertifikasi pelatih, hanya saja masih terkendala waktu,” terangnya.

Baginya, taekwondo bukan sekadar olahraga, tetapi juga jalan hidup yang membentuk karakter. “Taekwondo mengajarkan disiplin, kerja keras, dan mental yang kuat. Bukan hanya soal menang atau kalah, tapi prosesnya,” imbuhnya.

Ia pun berpesan kepada perempuan agar tidak ragu untuk tetap berprestasi di tengah kesibukan. "Jangan pernah ragu. Kuncinya niat, disiplin, dan konsisten. Perempuan juga bisa berprestasi di berbagai bidang,” pesannya.

Sepanjang kariernya, Putri telah menorehkan berbagai prestasi, di antaranya Poliban Cup 2012, Porprov 2013, hingga Kejurprov Kalsel 2022 dengan sejumlah gelar juara di nomor kyorugi maupun poomsae.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#taekwondo #sosok inspiratif #kalimantan selatan #banjarmasin #Perempuan