Dua bulan setelah wisuda, banyak lulusan baru masih sibuk menyiapkan lamaran kerja. Namun, Irwana Kusuma Ayu memilih jalan berbeda. Ia kembali ke rumah, mengurus kebun singkong keluarga yang produktif, dan mulai merintis usaha kecil-kecilan.
Irwana merupakan seorang Galuh Tanah Bumbu tahun 2022. Ia baru saja wisuda pada Juli 2025 lalu. Latar belakang akademik dan pengalamannya sebagai duta daerah tak membuat perempuan berusia 25 tahun itu terpaku pada pekerjaan kantoran.
Ia memang sempat bekerja di salah satu perusahaan tambang batu bara di Tanah Bumbu, beberapa waktu lalu. Namun, Irwana memutuskan resign karena jauh dari rumah, dan merasa belum menemukan jalannya. Dari situlah ide untuk fokus pada kebun singkong muncul. “Di era sekarang lapangan pekerjaan sedikit, sedangkan yang ingin bekerja banyak,” bandingnya.
Kebun singkong menjadi pilihannya karena sangat diminati masyarakat setempat. “Banyak orang yang mengonsumsi singkong di sini. Kalau dibiarkan menumpuk, malah terbuang,” katanya.
Dukungan keluarga dan teman-teman membuat langkahnya lebih ringan. Ia merasa usahanya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga membantu pemasukan keluarga.
Memulai usaha tentu tidak tanpa tantangan. Persaingan menjadi hal yang pertama kali ia hadapi. “Banyak juga petani singkong di sini. Tapi, Alhamdulillah singkong keluarga masih laris di pasaran,” ujar perempuan ini.
Saat ini, singkong dijual mentah dengan harga Rp5.000 per kilogram. Meski belum ada inovasi produk olahan, menurutnya, prospek usaha singkong tetap menjanjikan karena banyak penggemarnya.
Inspirasi wirausaha datang dari orang terdekat. “Bapak saya adalah sosok pengusaha pertanian yang selalu sukses. Tanamannya subur, hasilnya banyak, dan itu memotivasi saya,” tuturnya.
Ia pun memiliki harapan besar: lima tahun ke depan, ia ingin menjadi pengusaha sukses di bidang agribisnis.
Irwana menyebut, generasi muda tak perlu ragu mengambil pekerjaan apapun. Menurutnya, setiap pengalaman bisa menjadi batu loncatan untuk meraih mimpi yang lebih besar.
Irwana Kusuma Ayu
Panggilan: Irwana
TTL: Kotabaru, 29 September 1999
Pendidikan: Prodi Ekonomi Syariah UIN Antasari
Film Favorit: Beauty and the Beast
Buku Favorit: Helen dan Sukanta
Hobi: Melukis, Memasak
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief