Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Siti Mega Sarfiah: Sempat Ditentang Orang Tua, Pantang Menyerah Untuk Futsal Putri Kalsel

M Idris Jian Sidik • Sabtu, 20 September 2025 | 17:10 WIB

 

Siti Mega Sarfiah
Siti Mega Sarfiah

Di sebuah lapangan kecil di Batulicin, langkah itu dimulai. Bukan stadion. Bukan pula lapangan megah. Hanya tanah biasa.

Tapi dari sanalah Siti Mega Sarfiah memulai perjuangannya. Dari coba-coba ikut seleksi futsal SMP, menjelma menjadi pemain, wasit, pelatih, bahkan pesepak bola Tanah Bumbu yang siap tampil di Porprov Kalsel. “Awalnya cuma coba-coba. Lama-lama jatuh cinta,” kata perempuan kelahiran 20 Januari 2002 itu lantas tersenyum.

Cinta itu yang membawanya juara 3 Liga Futsal Nusantara 2018. Juara 2 Kejurprov Sepak Bola 2025. Main di Pra-PON. Main di Pomnas.

Tapi cerita Mega bukan hanya tentang piala. Juga tentang air mata.

Orang tuanya dulu menolak. Tak setuju ia sering keluar daerah hanya untuk futsal. Tapi Mega nekat. “Saya ingin buktikan kalau futsal bisa membawa saya berkembang,” katanya.

Perlahan, bukti itu datang. Ayah-ibunya, Syarifuddin dan Siti Rafiah, kini bangga. Anak kedua dari enam bersaudara itu mampu mengharumkan nama Tanah Bumbu di peta olahraga.

Mega tahu, futsal putri di Kalsel masih jauh dari kata ideal. Liga makin sepi. Event makin jarang. Tapi ia tidak berhenti. Ia rela naik motor berjam-jam, berhemat makan, bahkan main tanpa bayaran.

Ia juga jadi wasit. Langkah yang jarang untuk perempuan Banua. Pernah salah sinyal. Pernah gemetar memimpin pemain kelas atas. Tapi, ia tidak mundur. “Siapapun yang main, saya harus profesional,” tegasnya.

Belum cukup. Ia juga melatih anak-anak futsal putri. Tanpa lisensi. Hanya berbekal pengalaman. Dari anak-anak yang bahkan tidak tahu aturan dasar, pelan-pelan ia bentuk mental dan teknik mereka.

Berat memang. Anak-anak gampang bosan. Gampang lupa. Tapi Mega punya cara: latihan variasi, bikin game, bikin turnamen internal.

Di tengah semua itu, Mega masih punya ambisi lain: sepak bola. Ia dipanggil membela Tanah Bumbu di Porprov XII Tanah Laut. Latihan keras. Training camp panjang. Diet ketat. Targetnya sederhana: lolos penyisihan dulu.

Di balik senyum ramahnya, Mega menyimpan api. Ia sadar, jalan ini tidak mudah. Minim uang. Minim kesempatan untuk perempuan. Tapi ia belajar: olahraga bukan sekadar mengejar skor. Melainkan membuktikan bahwa perempuan pun bisa berdiri sejajar di lapangan—sebagai pemain, pelatih, maupun wasit.

Dari Batulicin, Mega berlari. Mengejar bola. Mengejar pengalaman. Mengejar mimpi. Dan suatu hari, ia ingin namanya tidak hanya dikenal di Tanah Bumbu. Tapi juga di Indonesia.

Photo
Photo

Siti Mega Sarfiah S.Pd

Panggilan : Mega
TTL : Batulicin, 20 Januari 2002
Hobi : Futsal/Sepakbola/Running
Ayah : Syarifuddin
Ibu : Siti Rafiah
Saudara: Anak Ke-2 Dari 6 Bersaudara
Sekolah :
1. SDN 4 Kampung Baru
2. SMP Kodeco Batulicin
3. SMAN 1 Simpang Empat
4. STKIP Paris Barantai Kotabaru
Prestasi :
- Juara 3 Liga Futsal Nusantara 2018
- Juara 3 Kejurprov 2021
- Juara 2 Liga Futsal Nusantara 2022
- Tampil di Porprov Kandangan 2022
- Tampil di Pra-PON Futsal Kalsel 2023
- Tampil di Pomnas Futsal Kalsel 2023
- Tampil di Kejati Kalteng Cup Sepak Bola 2023
- Juara 2 Kejurprov Sepak Bola 2025

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#for her #inspiratif #Futsal #Sosok