Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dewi Rusmalina, Wujud Nyata Keberanian Perempuan di Pusat Tambang

Rasidi Fadli • Sabtu, 6 September 2025 | 10:39 WIB

 

Dewi Rusmalina
Dewi Rusmalina

Pekerjaan Dewi Rusmalina tidak biasa. Perempuan baru berusia 27 tahun ini memilih hidup di dunia tambang. Dunia yang keras. Dunia yang kotor oleh debu. Dunia yang hampir seluruhnya dikuasai laki-laki.

Sudah empat tahun ia di sana. Tepatnya sejak 2021. Perempuan kelahiran Tapin, 13 Juli 1998 ini menjadi CSR & Tech Support Administrator di PT Sumber Kurnia Buana.

Mengapa tambang? Ia menjawab singkat. "Tambang bukan hanya soal mengeruk bumi. Ada tanggung jawab besar untuk mengembalikan apa yang diambil. Itu lewat pemberdayaan masyarakat," tegasnya.

Jawaban itu yang membuat terperangah. Perempuan ini tidak memilih alasan bekerja di situ karena gaji pekerja tambang yang menggiurkan. Tidak juga soal status. Ia bicara tentang tanggung jawab.

Memang sejak kecil, pemikirannya sudah ditempa. Usia delapan tahun sudah ikut organisasi. Di kampus, ia juga sempat jadi bagian dari 4 Pilar BEM UNISKA Kabinet Mars 2019. "Di situ saya belajar public speaking. Relasi. Manajemen waktu. Semua berguna sekarang," ujarnya.

Maka, ketika banjir besar melanda Kalimantan Selatan pada 2021, ia pun terjun. Membantu. Mengorganisasi. "Senyum dan ucapan terima kasih dari warga lebih berharga dari apapun," kenangnya.

Pekerjaan tambang ini, bagi keluarganya, bukan kejutan. Rumah mereka berada di Ring 1 perusahaan tambang besar di Tapin. "Bagi keluarga saya, ini hal yang biasa. Tidak ada rasa bangga berlebihan," katanya.

Namun, Dewi tahu, menjadi minoritas di bidang pertambangan harusnya bukan halangan. "Justru pengalaman saya berorganisasi sejak kecil membuat saya terbiasa bicara setara. Tidak canggung meski di tengah mayoritas laki-laki," kata perempuan yang suka berenang ini.

Menurutnya, dunia tambang hanya untuk perempuan hebat dan berani. ”Kalau masih ragu, jangan masuk. Lebih baik mundur," pesannya.

Inspirasi berani dalam menghadapi kerasnya kehidupan itu justru datang dari rumah. "Ibu mengajarkan arti perjuangan. Ayah menanamkan keberanian. Itu panutan saya sampai sekarang," ucap anak tunggal ini.

Dewi tidak sekadar bekerja. Ia membawa idealisme ke dalam tambang. Itu yang membuatnya beda.

Dewi Rusmalina

Panggilan: Dewi
TTL: Tapin, 13 Juli 1998
Pekerjaan: CSR & Tech Support Administator di PT Sumber Kurnia Buana
Hobi : Berenang

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#for her #inspiratif #Tambang #Sosok