NAMANYA, Maulidya Muslimah. Dipanggil Lidya. Umurnya 25 tahun. Dari pesisir Desa Dirgahayu, Selokayang, Kotabaru. Banyak anak muda berbakat. Tapi, Lidya seperti menolak untuk hanya punya satu bakat.
Ia pintar di kelas. Luwes di panggung. Piawai di organisasi. Sejak sekolah, jebolan SMAN 1 Kotabaru ini sudah langganan lomba.
Menjadi peserta Tes Pra-Olimpiade Sains Nasional bidang Ekonomi pada 2016. Ikut Debat Bahasa Indonesia tingkat provinsi di tahun itu juga. Bahkan, pernah juara 2 Biology Got Talent yang diselenggarakan oleh HMJ Tadris Biologi UIN Antasari Banjarmasin.
Lidya juga tidak sungkan belajar tari daerah. Tampil di seni Mamanda. Ia bahkan pernah jadi Putri Pariwisata Berbakat Kalsel 2023.
Dari panggung seni, ia merambah dunia MC sejak 2022. Tidak sekadar membaca naskah . Anak sulung dari tiga bersaudara ini juga merancang konsep acara. Contohnya, Expo Kotabaru dan Batfest Tanah Bumbu. Nama Lidya selalu ada di panggung.
Tapi Lidya bukan hanya gadis panggung. Ia pernah jadi sekretaris umum organisasi mahasiswa. Ini menambah keterampilan manajemen, komunikasi, public speaking, pemikiran kritis, dan kepemimpinan.
Ia juga sempat jadi staf keuangan perusahaan. Di PT Hokari Linex Pratama Kotabaru. Microsoft Word dan Excel pun ia kuasai.
Mimpinya sejak kecil sebenarnya ingin jadi dokter hewan. Tapi jalan hidup membawanya jauh lebih luas. Kini, ia lebih dikenal sebagai wajah pariwisata Kotabaru. “Jangan takut berbuat baik karena akan kembali ke diri sendiri,” ujarnya, Jumat (29/8).
Itu kalimat favoritnya. Lidya juga pernah merasakan duka mendalam. Ia kehilangan kakek. Kakek dan nenek lah yang membesarkannya sejak kecil. Ia juga benci orang yang ingkar janji. Tapi dari situ ia belajar sabar. Belajar memaklumi. Pesannya untuk anak muda?
“Tunjukkan, kalian bisa lebih baik dari sebelumnya”. Kalimat sederhana. Dari gadis pesisir yang ternyata multitalenta.
Maulidya Muslimah
Panggilan: Lidya
TTL: Kotabaru 10 Juni 2000
Pekerjaan: Swasta
Hobi: Berkesenian
Kutipan Favorit: "Jangan takut lelah berbuat baik, karena akan kembali ke diri sendiri."
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief