Raihana Nur Azizah (17) masih muda usianya. Namun, sudah punya prestasi menjadi Wakil 1 Galuh Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara 2024. Bahkan, di level provinsi terpilih menjadi Wakil 4 Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan 2024.
Dengan prestasi itu, siswi SMAN 1 Sungai Pandan ini praktis wajib memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan dan mempromosikan budaya Banjar. Ia punya prinsip jangan tinggalkan budaya maupun tradisi daerah. Apalagi kalau hanya sebuah validasi agar terlihat keren di tengah modernisasi zaman.
“Ikut upgrade diri dalam arus zaman tidak masalah. Asal tidak bablas. Terlebih sampai melupakan nilai tradisi dan budaya daerah, khususnya budaya Banjar,” tegas cewek yang akrab disapa Ana itu.
Ia mengakui kuatnya arus modernisasi zaman, dan pesatnya kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri. “Melestarikan dan mengenalkan tradisi Banjar serta potensi daerah Hulu Sungai Utara menjadi bagian dari tugas saya sebagai Galuh Kebudayaan,” ujarnya, Jumat (18/7).
Ana sudah memiliki strategi yang kreatif dan inovatif. Salah satunya dengan melakukan digitalisasi Budaya Banjar. Menurutnya, dengan memanfaatkan medsos memberikan jangkauan audiens yang lebih luas. Apalagi jejak digitalisasi sangat cepat menyebar di media sosial maupun media mainstream saat ini.
Menurutnya, banyak tradisi Banjar yang bisa diperkenalkan ke dunia luar. Dengan medsos bisa mengenalkan kesenian dan identitas budaya seperti seni tari, musik, upacara adat, dan cerita rakyat. Supaya tak hilang tergerus zaman.
Ana menyebut beberapa tradisi Banjar yang masih bertahan sampai saat ini. Misalnya, Badudus. Tradisi ini merupakan mandi untuk menyucikan diri, dan sering dilakukan oleh calon pengantin sebelum acara perkawinan.
Tradisi lainnya, Bamula. Itu merupakan tradisi gotong royong masyarakat Banjar dalam persiapan pesta pernikahan adat Banjar. Selain itu, ada juga kesenian seperti Madihin maupun musik panting.
Lewat medsos pula bisa mengenalkan cagar budaya seperti Masjid Sungai Banar di Kecamatan Amuntai Selatan, dan Masjid Jami Pandulangan di Kecamatan Sungai Pandan. Ada juga Masjid As-Syuhada di Desa Waringin, Kecamatan Haur Gading. Ditambah situs cagar budaya yang paling dikenal secara luas, Candi Agung sebagai jejak peninggalan kerajaan Negara Dipa.
“Saya percaya budaya dan tradisi Banjar akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Mari bergerak dan berdampak untuk kemajuan budaya kita,” serunya.
Raihana Nur Azizah
Tanggal lahir : 01 Agustus 2007
Pendidikan : SMAN 1 Sungai Pandan
Prestasi :
- Wakil 4 Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan 2024
- Wakil 1 Galuh Kebudayaan Hulu Sungai Utara 2024
- Purna Paskibra Duta Pancasila Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2023
Organisasi : Nanang Galuh Kalimantan Selatan, Purna Paskibraka Indonesia (PPI)
Hobi : Lari dan Berenang
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief