Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Coach Mey, Temukan Versi Terbaik Dirinya di Tempat Gym

Riyad Dafhi Rizki • Sabtu, 25 Januari 2025 | 10:25 WIB
Photo
Photo

Keinginan untuk hidup sehat mendorong Mey untuk memulai hobi baru di dunia olahraga kebugaran sejak tahun 2017. Awalnya, niatnya sederhana: hanya ingin tubuh lebih sehat.
“Niat awalnya cuma biar sehat, enggak lebih,” ujar wanita berusia 35 tahun ini.

Namun, siapa sangka, rutinitas ngegym yang semula hanya untuk diri sendiri, justru membuka jalan baru dalam hidupnya. Selain membuat tubuhnya lebih bugar, gym ternyata menjadi pintu rezeki tak terduga bagi perempuan bernama asli Maimunah tersebut.

Kini, Mey bekerja sebagai personal trainer di Apha Gym, Jalan Brigjend Hasan Basry, Banjarmasin Utara. Khusus melatih perempuan yang ingin memulai perjalanan kebugaran mereka.

Awal Jadi Personal Trainer

Cerita ini dimulai pada 2018. Kala itu, Mey sering membantu teman-temannya di gym. Namun tanpa disadari, banyak orang mulai tertarik belajar langsung darinya. "Awalnya iseng aja, tapi kok lama-lama enjoy. Akhirnya saya memutuskan buat serius belajar," ujarnya.

Tantangan di awal tentu enggak gampang. Kurangnya pengetahuan bikin Mey sempat mundur maju. Tapi alih-alih menyerah, Mey justru terus belajar hingga akhirnya mengantongi sertifikasi Training of Trainer (TOT) dari ASIAFI dan APKI.

Sebagai seorang personal trainer, Coach Mey bahkan punya filosofi sederhana yang jadi pedoman dalam pekerjaannya. "Kita harus jadi teladan untuk apa yang kita ajarkan”.

Dalam hubungannya dengan klien, Mey memposisikan diri layaknya seorang guru yang penuh perhatian, sabar, dan mau memahami kebutuhan masing-masing.

Sebagai perempuan, ia merasa punya kelebihan tersendiri dalam mendampingi klien wanita. Mey memahami betul tantangan yang sering dihadapi perempuan ketika memulai nge-gym. Dari rasa minder, hingga keluhan fisik setelah latihan.

"Kalau ada klien yang kurang percaya diri, saya nggak segan-segan jadi motivator dadakan," katanya, lantas tertawa kecil.

Bagi Mey, tugasnya bukan hanya mengajarkan teknik olahraga. Namun, juga membantu klien menemukan potensi besar dalam diri mereka.

"Banyak perempuan datang dengan rasa nggak percaya diri. Tugas saya adalah membuat mereka sadar bahwa mereka jauh lebih hebat dari yang dipikirkan," tambahnya.

Melalui pendekatan personal dan penuh empati, Mey berhasil membantu kliennya bukan hanya menjadi lebih sehat, juga lebih percaya diri. "Gym itu bukan cuma soal tubuh ideal. Ini adalah perjalanan untuk menemukan versi terbaik dari diri sendiri," tuturnya.

Keinginan Mey

Menariknya, di balik jadwal padat sebagai pelatih kebugaran, Mey tetap menjalankan dua peran penting lainnya. Sebagai istri, dan ibu dari satu anak.

Rutinitasnya? Tertata rapi. Setiap hari membagi waktu untuk keluarga, melatih klien, dan menjaga dirinya sendiri.

Jadi, apa rahasianya tetap bugar di tengah kesibukan? "Pola hidup sehat, cukup protein, olahraga rutin, tidur cukup, dan mengelola stres," ungkapnya santai.

Uniknya, Mey bukan penganut diet ketat. Baginya, cukup menjaga pola makan dengan gizi seimbang sudah lebih dari cukup.

Buat Mey, kebugaran itu lebih dari sekadar tren. Ia melihatnya sebagai hak yang harus diperjuangkan semua perempuan. Banyak perempuan, katanya, rela menahan “sakit” demi keluarga, tapi lupa bahwa tubuh mereka juga butuh perhatian.

Lewat profesinya sebagai personal trainer, Mey ingin mendorong perempuan untuk mulai berlatih kekuatan, mengenal tubuh mereka, dan memperbaiki kualitas hidup. Menurutnya, hidup yang berkualitas adalah ketika seorang perempuan bisa bergerak bebas tanpa rasa sakit, memiliki fungsi tubuh yang optimal, siklus menstruasi lancar, serta hubungan sehat antara citra tubuh dan makanan. Baginya, kebugaran tidak hanya soal penampilan, tetapi tentang bagaimana tubuh dan pikiran bisa bekerja bersama untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Mey punya cita-cita yang keren. Dalam lima tahun ke depan, ia ingin membuka gym khusus perempuan. Supaya semua wanita bisa merasa nyaman dan bebas mengejar kebugaran tanpa takut "dihakimi".

Perempuan, kata dia, sering merasa minder atau takut dilihat orang saat berolahraga di gym. Mey ingin menciptakan ruang yang mendukung mereka untuk fokus pada kesehatan tanpa rasa khawatir.

Ia juga optimistis dengan perkembangan dunia kebugaran bagi perempuan di Indonesia. Semakin banyak perempuan yang sadar pentingnya hidup sehat, bukan hanya untuk tampilan fisik, tetapi untuk mendukung peran mereka sebagai ibu, istri, pekerja, atau apapun yang mereka jalani.

Pesan terakhir Mey untuk perempuan Indonesia adalah kita semua berhak memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Latihan beban, menurutnya, bukan hanya tentang membangun tubuh yang kuat, tetapi juga mental tangguh. "Jangan pernah merasa dirimu “hanya segini”.

Mey percaya, setiap perempuan punya potensi besar untuk hidup lebih baik, berkualitas dan bermakna.

Maimunah

Panggilan: Coach Mey
TTL: Banjarmasin, 20 Mei 1989
Alamat: Jalan Trans Kalimantan, Kompleks Persada Asri Estate
Hobi: Olahraga
Profesi: Personal Trainer
Instagram: @meeeyyy20

Editor : Arief
#for her #Kebugaran #gym #Olahraga