Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

For Her Pekan Ini, Raudah Hasilkan Lima Novel dalam Dua Tahun

M. Syarifuddin • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 09:55 WIB

 

Photo
Photo

Kemunculan penulis-penulis muda dari Generasi Z seolah menjadi angin segar bagi dunia sastra. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Raudah. Penulis berbakat yang lahir di Tabalong, pada tahun 2003 lalu.

Dalam kurun waktu dua tahun, Raudah telah melahirkan lima novel. Novel-novel tersebut bukan hanya menghibur, juga menggugah pemikiran tentang kehidupan remaja dan dewasa muda.

Raudah memulai perjalanan menulisnya dengan novel pertama berjudul 'Insan Terbaik di Waktu Terbaik', yang terbit pada tahun 2022. Novel ini menggambarkan kisah percintaan remaja yang manis dan berakhir bahagia.

Enam bulan setelah itu, novel keduanya menyusul. Diikuti oleh beberapa karya lain yang semuanya lahir dalam waktu relatif berdekatan. Raudah mengungkapkan bahwa banyak ide dan kerangka cerita sudah ada dalam benaknya, jauh sebelum proses penulisan dimulai.

"Idenya ada, kerangka penulisannya juga sudah tergambar. Jadi tinggal menuangkan dalam bentuk tulisan," ujarnya.

Raudah percaya, setiap pengalaman individu memiliki cerita unik yang layak diceritakan. Dengan gaya penulisan yang segar dan emosional, Raudah mengangkat tema-tema yang dekat dengan hati remaja. Seperti asmara, pencarian jati diri, perundungan, dan tantangan yang mereka hadapi.

Novel-novelnya berfungsi sebagai cermin bagi banyak orang muda yang mungkin sedang berjuang dengan perasaan serupa. Melalui karyanya, ia berharap dapat mewakili suara teman-teman seusianya, dan menciptakan ruang bagi mereka untuk merasa didengar.

Pengalaman Raudah sebagai anggota Kader Kesehatan Remas (KKR) di SMA juga memberikan warna tersendiri dalam tulisan-tulisannya. Di posisi sebagai konselor sebaya, ia banyak mendengarkan keluh kesah teman-temannya. Akhirnya menginspirasi beberapa cerita dalam novelnya.

“Beberapa inspirasi datang dari pengalaman saya sebagai konselor. Melihat berbagai masalah dalam cerita-cerita itu, saya tertarik untuk menuangkannya dalam bentuk novel,” katanya.

Novel pertamanya lahir di masa pandemi. Raudah menemukan cara untuk memanfaatkan waktu luang yang dimilikinya di sela perkuliahan online. Setelah diajukan, karyanya diterima dan diterbitkan. Kehadiran novel pertama itu membuatnya puas, lalu kecanduan menulis karya-karya berikutnya. Baginya, menerbitkan karya sendiri adalah pencapaian yang membanggakan. "Rasanya bangga banget bisa melihat karya kita tercetak,” ungkapnya.

Sejak SMP, Raudah telah menyalurkan bakat menulisnya melalui puisi, dan berlanjut ke bentuk novel. Terinspirasi oleh penulis laki-laki seperti Fiersa Besari dan Tere Liye, Raudah mengaku bahwa keduanya membukakan banyak jendela baru bagi dirinya. "Ada banyak sudut pandang laki-laki yang menarik, dibanding penulis perempuan," tambahnya.

Raudah sedang fokus pada studinya sebagai mahasiswa semester 7 jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Meski tengah sibuk mengerjakan skripsi, ia berusaha tetap produktif. Dua novel baru sedang antre menunggu diterbitkan.

"Karena fokus skripsi, jadi mungkin novel selanjutnya bakalan lebih ringan dibanding sebelumnya. Dengan genre komedi, bercerita tentang seseorang bernama Happy yang selalu ditimpa kesialan," bebernya.

Meskipun memiliki impian menjadi penulis profesional, Raudah menyadari bahwa kehidupan dari penghasilan menulis tidaklah mudah. Jadi, menulis baginya lebih sebagai hobi yang memberikan kepuasan tersendiri. "Saya berharap suatu saat bisa menerbitkan novel best seller,” pungkasnya.

Photo
Photo

Raudah

TTL: Tabalong, 13 Januari 2003
Orang Tua: Yusran/Normayani
Anak ke: 2 dari 2 bersaudara

Pendidikan
- SDN 1.2 Suput
- MTsS Al Falah Mahe
- MAN 1 Tabalong
- Universitas Lambung Mangkurat
Pengalaman organisasi
- Ketua Umum Kader Kesehatan Remaja (2020)
- Anggota Tim Kepenulisan (2021- 2022)
- Redaktur Tim Kepenulisan (2022-2023)
- Anggota Sub departemen Pembinaan Kader Lembaga Dakwah Kampus Unit Kerohanian Mahasiswa Muslim (LDK UKMM ULM) (2022- Sekarang)
- Ketua Asrama Putri 2 Tabalong (2024)

Prestasi
1. Juara 3 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Prodi S1 Akuntansi FEB ULM (2024)
2. Juara 1 Lomba Cipta Puisi PEKSIMA ULM 2022
2. Juara 2 Lomba Cipta Puisi PEKSIMIDA Kalsel 2022
3. Juara 2 Lomba Cipta Puisi Pers Birama Unikom Bandung (2022)
4. Penulis Naskah Terbaik tema Merdeka Melawan Kekerasan FK Unjani Bandung (2022)
5. Kontributor 10+ buku antologi puisi

Novel
- Insan terbaik di waktu terbaik (2021)
- Asrama Nomor 04 (2022)
- Menuju Pulih (2022)
- Biarkan Aku Berjalan di Atas Bumi yang Diam (2023)
- Yuna (2024)
- My Love My Adventure (proses penulisan)
- Happy Happier Now (proses penulisan).

*Semua novel diterbitkan di Penerbit Guepedia

Serba-serbi Raudah

1. Kutipan favorit
“Kamu tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai, tapi kamu harus memulai untuk menjadi luar biasa.” - Zig Ziglar

2. Film favorit: Seni Memahami Kekasih (2024)
3. Hobi: Menulis
4. Makanan favorit: Sate
5. Buku favorit: Konspirasi Alam Semesta, Fiesa Besari (2017)
6. Tokoh Favorit: Fiersa Besari

Editor : Arief
#Tabalong #for her #novel #Perempuan #Literasi