Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Amelia Fitria Sari, Dua Kali Alami Kejadian Horor

Wahyu Ramadhan • Sabtu, 29 Juni 2024 | 11:41 WIB
Amelia Fitria Sari
Amelia Fitria Sari

Perkenalkan, Amelia Fitria Sari. Di balik kegesitan dan kesibukannya sebagai staf protokoler wali kota di Pemko Banjarmasin, ternyata juga gemar menonton film horor, lho.

"Film horor itu menantang," serunya, ketika dibincangi Radar Banjarmasin, Jumat (28/6) siang.
Audio visual, serta alur ceritanyalah yang membuat Amel—sapaan akrab Amelia Fitria Sari—gemar menonton film horor. Bahkan, sudah disukainya sejak masih anak-anak.

Menurut anak ketiga dari tiga bersaudara ini, ada banyak hal positif yang bisa diambil dari film horor. Jadi, tidak hanya tentang misteri, hingga kengeriannya saja. "Setiap film horor, ada banyak pesan moral. Berbeda-beda," ucap perempuan kelahiran Banjarmasin, 3 Desember 2002 itu.

Misalnya, pada film berjudul Jagat Alam Gaib: Sinden Gaib, yang disutradarai Faozan Rizal. Salah satu pesan moral yang bisa dipetik, yakni jangan mengambil sesuatu yang bukan hak atau milik kita. "Apalagi kalau kita sedang berada di tempat orang lain. Kita harus menjaga perilaku, sifat, dan perkataan," tekannya.

"Karena apa yang kita lakukan itu, kemungkinan akibatnya bisa berimbas pada orang lain," tambahnya.

Di samping gemar menonton film horor, mahasiswi Uniska Banjarmasin ini ternyata juga punya pengalaman horornya sendiri.

Seperti sewaktu kecil, saat itu di rumahnya, ia pernah mendengar suara cekikikan seorang perempuan. Persisnya pada malam hari, sekitar pukul 22.00 Wita. Saat hujan mengguyur deras, listrik tiba-tiba saja padam.

"Karena kaget, saya teriak, sambil mencari kakak. Ternyata, saya malah mendengar sahutan berupa suara perempuan yang cekikikan," tuturnya.

Cekikikannya panjang sekali. “Saya tidak tahu siapa. Yang pasti, saya takut sekali," tekannya.

Pengalaman kedua, semasa duduk di bangku SMA. Ketika bersama kawan-kawannya berperan sebagai hantu, di salah satu wahana rumah hantu.

Saat itu, seluruh kawan-kawannya didandani. Seluruh kostum yang dikenakan dicoret dengan cat berkelir merah. Seperti darah. "Kecuali kostum yang saya kenakan, itu masih putih bersih," tuturnya.

"Saya memang tidak ingin kostum saya dicat merah. Jadi dibiarkan saja masih putih bersih," jelasnya.

Tiba waktunya wahana rumah hantu dibuka. Ketika asyik menerima pengunjung, samar-samar Amel mengaku melihat sosok perempuan berdiri mematung. Persis di belakangnya. "Rambut perempuan itu panjang banget, dan tergerai. Dia juga mengenakan kostum putih bersih," ujarnya.

Seingat Amel, seluruh kru yang berperan sebagai hantu, kostumnya sudah diolesi cat berwarna merah. Kecuali kostum yang dikenakannya.

"Saya bukan orang yang sensitif soal seperti itu, tapi ini pengalaman yang pernah kurasakan. Dan sampai sekarang, saya tidak tahu siapa sosok perempuan itu," tambahnya.

Lantas, apa yang dilakukan Amel saat itu? Ia hanya berusaha sebisa mungkin agar tetap tenang. Tidak lari atau kabur.

"Jangan ada perasaan takut, anggap saja yang dilihat itu adalah hal biasa. Karena semakin kita takut, bisa jadi dia semakin mendekat," pungkasnya.

Photo
Photo

Amelia Fitria Sari

Aktivitas: Staf Protokoler Wali Kota Banjarmasin.
Buku Favorit: Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Wahyu Sujani.
Kutipan Favorit: Kamu boleh mengejar sesuatu, boleh jatuh, tapi jangan lupakan siapa kamu. Sewajarnya saja.

Editor: Eddy Hardiyanto

 

Editor : Arief
#for her #Female #horor