Sekolah hingga kuliah di bidang agama, tak lantas membuat Rabiatul Adawiyah menahan keinginannya bergelut dalam dunia politik. Sekarang sudah terjun menjadi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Banjarmasin.
Biey, panggilannya, mengaku sudah gemar dengan politik sejak duduk di bangku sekolah Madrasah Aliyah (MA) di Ponpes Al Iman Babadan Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).
Bahkan istri dari Muhammad Thaha ini dulu ketika lulus sempat punya cita-cita masuk ring satu presiden. “Dulu sempat bercita-cita jadi jubir presiden,” ucapnya, lantas tertawa terkekeh.
Berhubung tak tahu harus melanjutkan ke kampus mana, akhirnya atas saran orang tua, diputuskan untuk melanjutkan kuliah di bidang keagamaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari untuk S1.
Sedangkan S2, ibu satu anak ini melanjutkan studi ke Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah (Jateng).
Setelah menyelesaikan kuliahnya, penggemar traveling, nonton film dan drama kembali ke kampung halaman di Banjarmasin. Bekerja menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah dan MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin. “Awalnya saya jadi guru Bahasa Arab dari tahun 2021-2023. Sekarang sudah menjadi guru kelas di MI Muhammadiyah Al Furqan dari tahun 2023-2024,” bebernya.
Sebelum diterima menjadi guru, begitu wanita kelahiran Banjarmasin, 22 Januari 1994 ini mencoba mengikuti seleksi menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan di Kecamatan Banjarmasin Timur pada Pilkada tahun 2020 silam, dan lolos seleksi. “Pertama tahu informasi seleksi Panwascam di Instagram. Iseng coba ikut, Alhamdulillah lolos,” ucapnya.
Dua tahun setengah bertugas, banyak pengalaman yang didapatkan tentang politik. Terutama terkait berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan selama proses tahapan Pilkada.
Ia kembali mengikuti seleksi Panwascam pada 2024. Kali ini ikut seleksi di wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah. Lagi-lagi, Biey berhasil lolos seleksi. Sekarang sebagai Ketua Panwascam Banjarmasin Tengah. “Besar harapan, berawal dari Panwascam, saya dapat meniti impian serta sebagai batu loncatan untuk jenjang karir yang lebih tinggi lagi di bidang pengawasan,” ucapnya.
Menjalani dua profesi sekaligus, apakah tidak kerepotan? Biey bilang sampai saat ini masih bisa mengatur waktu, baik sebagai guru maupun sebagai panwascam. Suaminya juga sangat mendukung. “Kalau namanya hobi, semuanya bisa dijalani dengan baik. Sampai sekarang mudah dijalani,” tutup Biey.
Rabiatul Adawiyah
Panggilan: Biey
Nama Suami: Muhammad Thaha
Jumlah Anak: Satu
TTL: Banjarmasin, 22 Januari 1994
Pendidikan:
- MA di Ponpes Al Iman Babadan Ponorogo, Jatim.
- S1 di UIN Antasari
- S2 di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jateng.
Profesi:
- Guru MI dan MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin
- Ketua Panwascam Banjarmasin Tengah
Hobi:
- Traveling
- Nonton film/drama
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief