Seorang perempuan yang semula hidup bahagia bersama suami serta dua anaknya, diusik oleh ketukan pintu misterius. Pintu yang ketika dibuka, justru membawa keluarga itu menuju dunia yang tidak pernah mereka bayangkan.
****
Cerita ini diangkat dalam pementasan teater yang digagas Teater Himasindo, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Pementasan itu bakal digelar di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Provinsi Kalsel pada Minggu, 3 Maret 2024 mendatang.
Bertindak sebagai sutradara, Astridienna Yanuarlin Muta'Aaly. Denna, lebih akrab disapa, adalah dara kelahiran Hulu Sungai Tengah (HST) pada 11 Januari 2001.
Kegemarannya menonton kartun Sinchan, Ninja Hattori, serta acara tv lainnya seperti Opera Van Java, membuatnya tertarik untuk terjun ke dunia teater. "Dari Opera Van Java, misalnya, banyak orang yang suka memberi celetukan lucu, hingga membuat penonton tertawa," ingatnya.
Denna sudah jatuh cinta dengan dunia seni peran sejak kecil. Bahkan dulu, ia sempat bercita-cita sebagai artis.
Saat ini, Denna tercatat sebagai Anggota Luar Biasa (ALB) di Teater Himasindo. Itu lantaran Denna sudah menjadi alumnus di kampusnya. Sebelumnya, di dalam kepengurusan, ia pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Anggota Teater Himasindo.
Seiring berjalannya waktu, selama menggeluti dunia teater, Denna berulang kali ditunjuk alias dipercaya sebagai sutradara untuk sejumlah pementasan teater. "Dengan pementasan berjudul 'bukan Rumah' yang digelar dalam rangka Pentas Tunggal Himasindo 2024, itu setidaknya sudah empat kali menjadi sutradara," ucapnya, Jumat (23/2) tadi. "Dihitung sejak saya duduk di bangku SMA yaa..," tekannya.
Bagi putri pertama dari tiga bersaudara itu, menjadi sutradara adalah tantangan. Ia pribadi suka tantangan. "Menjadi sutradara, seni menciptakan jalan cerita sandiwara sendiri tanpa diganggu oleh siapapun," jelasnya. "Mengadu isi kepala dengan manusia. Bukan dengan pikiran kita sendiri," tambahnya.
Diakui Denna, menjadi sutradara juga tak luput dari adanya kesulitan. Bahkan banyak sekali kesulitan yang dihadapi.
Misalnya, pembedahan naskah yang kerap berubah. Menangani aktor yang kesulitan membawakan peran, hingga tim artistik kebingungan bagaimana menciptakan suasana di panggung. "Tak jarang, sutradaralah memikirkan dan mengonsep apa saja yang akan dilakukan nantinya," ungkapnya. "Bahkan sampai menangani aktor yang sering tidak hadir ketika latihan, hingga performanya menurun," tambahnya.
Untuk mengatasi hal itu, dara penyuka novel The Hunger Games itu mengaku memiliki cara untuk mengatasinya.
Bisa dengan mengajak rekan-rekan untuk bermain bersama (fun games), mengubah tempat latihan dan teknik latihan, hingga menggelar acara makan bersama. "Tujuannya, untuk menciptakan suasana yang hangat antar saudara di teater," tutupnya. Sukses untuk pementasannya ya, Denna!
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief