Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tari = Gerak yang Membuka Pandangan

Arief • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 09:51 WIB
Gita Kinanthi Purnama Asri
Gita Kinanthi Purnama Asri
DI KALANGAN seniman Kalimantan Selatan, Gita Kinanthi Purnama Asri adalah nama yang populer. Perempuan 36 tahun ini bergiat di dunia seni tari kontemporer.

Dia adalah penggagas dan penggerak perayaan Hari Tari Sedunia agar turut dirayakan di Banua. Sejak tahun 2015, berlanjut sampai sekarang.

Tahun 2023 ini, Hari Tari Sedunia dirayakan di dua kota, Banjarmasin dan Banjarbaru.
Saat ini, Gita juga tercatat sebagai pengajar di Prodi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin.

Kepada Radar Banjarmasin, Gita bercerita, minatnya kepada tarian sudah muncul sejak bangku SD. "Namun lebih mendalami sejak menggarap tugas akhir kuliah," ungkap alumni Universitas Negeri Jakarta itu kemarin (25/8).

Saat itu, Gita menciptakan tarian kontemporer berjudul Semangat. Mengisahkan perjuangan anak-anak tunagrahita yang mengejar cita-citanya.

Baginya, tarian adalah seni gerak yang membuka pandangan manusia. Tarian juga membantu penari dan penonton untuk mempelajari kehidupan.

"Ada juga keyakinan bahwa tari bukanlah sekadar ekspresi jiwa yang komponennya adalah gerak semata. Dalam pandanganku, tari adalah pengetahuan," jelas penyuka film serial Wednesday itu.

Tari mendekatkan Gita pada banyak hal. Karena menggarap konsep tari, mementaskan, hingga menontonnya merupakan kerja artistik.

"Seperti membaca diri dan mengenal diri sendiri, memahami orang lain, hingga semesta," ungkapnya.

Photo
Photo
Gita Kinanthi Purnama Asri

Ya, kesehariannya memang tak pernah jauh dengan dunia tari. Bahkan saat libur semester seperti sekarang.

Bersama komunitas yang dibangunnya, Excelsior Dance Project (EDP) Banua, Gita sedang menggarap proyek kesenian bersama dua seniman dari daerah lain.

Yakni seniman teater Yeni Wahyuni asal Padang Panjang dan perupa Rusni Hendra asal Yogyakarta. Lokasi garapannya, ada di kawasan Pasar Terapung, Muara Kuin.

"Pertukaran budaya dan pembacaan publik tentang Pasar Terapung Muara Kuin. Kami menjadi mitra lokal di Banjarmasin. Nama kegiatannya Laku Dalam Ruang," ungkapnya.



Proyek ini digarap selama tiga pekan sejak 18 Agustus tadi. Nantinya dipresentasikan pada 8 September dalam program Pekan Kebudayaan Nasional.

Program itu mengangkat tema 'Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan. Indonesia Melumbung untuk Melambung'.

"Hasil kerja di Muara Kuin akan direfleksikan melalui kerja artistik," ujarnya.

Di samping itu, Gita juga tergabung dalam tim teknis dan menjadi maskot Banjarmasin International Performing Arts 2023.

Digagas oleh Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Banjarmasin. "Berlangsung pada 4-5 September nanti di kawasan Balai Kota," tutupnya.
Benar-benar padat, ya... semangat dan sehat selalu, Gita! (war/gr/fud) Editor : Arief
#Tari #Female #Seni dan Budaya