Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jatuh Hati Pada Gerakannya, Gadis ini Tekuni Bela Diri yang "Lemah Lembut"

Arief • Sabtu, 22 Juli 2023 | 11:20 WIB
Farida Ariani
Farida Ariani
SIAPA yang tak mengenal aktor Jackie Chan, Jet Li, dan Donnie Yen? Berkat film-film yang mereka bintangi, seni bela diri Tiongkok menjadi populer.

Di Banjarmasin, seorang gadis berumur 20 tahun, Farida Ariani menekuni taijiquan (taichi). Sebelumnya ia menggeluti wushu dan kungfu.

Teranyar, ia menjadi bagian dari tim Inorga ATNI (Aliansi Taijiquan Nasional Indonesia) Kalsel di ajang FORNAS VII di Jawa Barat, belum lama ini.

Farida mengaku pertama kali belajar wushu pada November 2018. "Awalnya diajakin teman. Meskipun sebenarnya waktu itu sedang tertarik dengan olahraga panahan," kata mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat itu.

Pesan orang tuanya, Muhammad dan Fauziah, memantapkan hatinya untuk memilih seni bela diri.

"Kata orang tua, biar bisa menjaga diri. Padahal saya tidak punya basic apapun. Jadi belajar dari nol," kisahnya.

Farida mulai rajin menonton pertandingan wushu dan kungfu di YouTube. "Jadi mikir, wah ini gerakannya indah banget! Akhirnya tertarik buat nyoba," ujarnya.

Ia mulai berlatih dengan tangan kosong. Senjata yang pertama ia pelajari adalah golok. Sejak itu, Farida rutin mengikuti kejuaraan wushu dan kungfu. "Nah, di dalam kungfu itu ada kategori lain, yakni taijiquan," sebutnya.

Ia kepincut dengan taijiquan setelah melihat aksi Ratu Wushu, Lindswell Kwok saat meraih medali emas di Asian Games di Jakarta-Palembang 2018 lalu.

Photo
Photo
Farida Ariani

FORNAS VI Palembang merupakan yang pertama kalinya Farida bertanding di kategori taijiquan. Kala itu ia meraih medali perunggu.

Dijelaskannya, perbedaan antara wushu, kungfu dan taijiquan terletak pada esensi gerakan dan tujuan pertandingan.

Wushu merupakan cabang olahraga prestasi yang bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Lebih mengutamakan rangking. Dan gerakannya berkembang sesuai kebutuhan pertandingan.



Sedangkan kungfu adalah inorga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) yang mengutamakan keaslian.

Dan taijiquan adalah cabang maupun induk tersendiri yang merupakan pecahan dari wushu atau kungfu.

Taijiquan ini mempunyai ciri khas, yaitu gerakan yang lemah lembut dan bisa dipraktikkan di segala kelas usia. Tujuannya, selain untuk bela diri juga untuk kesehatan, terutama bagi lansia.

Di KORMI, taijiquan punya dua induk: ATNI (Aliansi Taijiquan Nasional Indonesia) dan ADYTI (Asosiasi Dong Yue Taijiquan Indonesia). Keduanya ikut dipertandingkan di FORNAS Palembang dan Bandung kemarin.

Pada beberapa nomor, bela diri ini juga menggunakan senjata. Apakah Farida tak pernah takut cedera?

"Pasti ada risikonya, tapi senjata yang kami pakai itu sebetulnya hanya menyerupai asli. Kalau cedera, pernah di pergelangan tangan. Biasanya kalau tekniknya tidak pas atau lepas, sering melukai siku," jawabnya.

Target Farida sekarang, bisa tampil di ajang FORNAS berikutnya. "Untuk cita-cita tertinggi, mungkin bisa ikut bertanding di ASEAN dulu kali ya," tutupnya. (bir/gr/fud) Editor : Arief
#Female