***
Belum lama tadi, penulis mampir ke kediaman perempuan yang akrab disapa Dhani ini, di kawasan perumahan Citra Garden, Banjarmasin. Begitu masuk, penulis disambut dengan rentetan pajangan aksesori unik. Merupakan karya dari tangan lihai seorang Dhany.
Kepada Radar Banjarmasin, istri dari Area Product Support Sales Manager PT Trakindo Utama Kalsel, Akbar Saleh ini bercerita banyak. Terutama tentang passion-nya membuat kerajinan tangan, hobi yang diturunkan oleh ibunya sejak kecil.
"Sewaktu kecil, saya sering ikut ibu kursus bikin kerajinan tangan sekalian ikut praktik. Waktu itu jenisnya masih dalam bentuk kerajinan hiasan interior," tuturnya.
Kini, Dhany disibukkan dengan bisnis aksesori yang diberi nama D2tya Handmade. Usaha yang ia rintis sejak 2006. Terinspirasi dari salah satu program tv, yang menayangkan kisah ibu rumah tangga yang sukses dengan hobinya membuat bros dari batu.
"Kenapa tidak saya coba juga, di Kalsel sendiri kan juga punya batu-batu alam yang unik. Akhirnya saya pergi ke Martapura untuk membeli bahan dan peralatan yang seadanya," tuturnya.
Sejak saat itu, ia belajar merangkai dengan bermodal buku-buku tutorial, browsing artikel internet dan terus praktik. Hingga akhirnya, berbagai jenis aksesori ia produksi. Dhany juga tergabung dalam komunitas UMKM yang membuat usahanya kian berkembang.
D2tya Handmade menjual beraneka ragam aksesori. Sebut saja seperti bros, kalung wire, gelang, cincin, tali masker, tas purun hias, ring hijab, dan masih banyak lagi. Produk-produk yang ia hasilkan diberi sentuhan kearifan lokal. Dengan memanfaatkan bahan-bahan dari Kalsel itu sendiri. "Jadi produknya saya modifikasi dengan bahan-bahan lokal. Seperti memakai batu-batu alam dari Martapura, kain-kain sasirangan dan sebagainya," bebernya.
Alhasil, karya Dhany tampak elok dipandang. Terlebih, produk yang dihasilkan dari kerajinan tangan biasanya lebih eksklusif. "Karena tidak ada yang sama persis antara satu karya handmade dengan karya lainnya," ujar ibu tiga orang putra ini.
Aksesori-aksesori yang ia buat tersedia di berbagai counter. Sebut saja seperti Dekranasda Kota Banjarmasin di Rumah Anno 1925, Rumah Sasirangan Kreatif, Bandara Syamsuddin Noor dan sebagainya. Dhany juga melayani pembelian langsung dengan menghubungi Instagram @D2tya_hanmade.
Harga jual produk D2tya Handmade berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp450 ribu. Tergantung pada jenis produk, material dan tingkat kerumitan pembuatan.
Bros, kalung dan ring hijab menjadi best seller dair D2Tya Handmade. Pembelinya datang dari berbagai kalangan. Mulai dari remaja hingga orang dewasa. Baik yang berasal dari Kalsel hingga luar pulau. "Pangsa pasarnya umum, tergantung pada tempat penjualan," ujarnya.
Selain memasok ke counter suvenir, Dhany juga sering ikut bazaar maupun pameran. Sebagai binaan Rumah Kreatif BUMN Pertamina 2018, D2tya Handmade terpilih ikut pameran Telkom Craft di Jakarta. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. "Saya terpilih ikut pameran itu mewakili RKB ke Jakarta, selain itu produk saya juga sering dipinjam untuk lomba ataupun pameran," ujarnya.
Bisnis ini tentu punya tantangan tersendiri. Salah satunya tanggapan calon pembeli terhadap produk kerajinan tangan yang dianggap "mahal". Dhany berusaha menyikapi situasi itu dengan memberi pengertian.
"Kadang saya ajak ngobrol pembeli, membahas soal biaya bahan, kerumitan pembuatan dan juga keunikan dari hasil kerajinan tangan itu masing-masing punya sentuhan yang berbeda," tutur perempuan yang pandai berbahasa Prancis itu.
Sejauh ini, Dhany sangat menikmati perannya sebagai pengrajin, disamping tugas utamanya sebagai ibu rumah tangga. Mengolah kerajinan saat waktu luang membuatnya merasa tetap produktif. "Saya enjoy karna ini passion saya. Di saat yang lain jenuh saat pandemi, Alhamdulillah saya tidak merasa bosan karena tiap hari bikin pernak-pernik aksesori untuk dipasok ke counter," ucapnya.
Dhany tentu punya harapan besar terhadap D2tya Handmade. Ia berharap punya galeri sendiri suatu saat nanti, yang menjual beraneka ragam kerajinan tangan. "Semoga bisa punya galeri one stop shopping sendiri di Banjarmasin. Yang di dalamnya menjual aneka suvenir khas dari Kalsel, maupun berbagai daerah di Nusantara," tuntasnya. (tia/by/ran) Editor : Arief