Kepada Radar Banjarmasin, perempuan yang akrab disapa Chika ini bercerita banyak. Tentang mimpi dan harapannya untuk memajukan Banua. Terutama di bidang pendidikan. Simak obrolan selengkapnya.
Q: Tak kenal maka tak sayang, siapa sebenarnya Fransisca Oktaviani?
A: "Aku lahir dan dibesarkan di Jakarta, 26 tahun silam. Merupakan perempuan keturunan Banjar dari kakek, yang dulunya pernah menjabat Kepala Dinas PU Kalsel tahun 70-an. Aku lulusan Sarjana Arsitektur dari Universitas Trisakti".
Q: Kenapa tertarik ikut Pemilihan Puteri Indonesia?
A: "Ini ajang prestisius. Ajang kecantikan yang konsisten sejak 30 tahun lalu. Penilaiannya berat dan menantang. Aku sendiri tipikal orang yang senang dengan tantangan. Dari kecil memang ada ketertarikan di bidang beauty pageant".
Q: Apa saja syarat untuk mengikuti audisi ini?
A: "Utamanya 3B, yaitu brain, beauty, behavior. Selain itu, peserta juga harus memenuhi persyaratan terkait kedaerahan. Seperti kelahiran atau berdomisili di Kalsel. Atau bisa juga punya garis keturunan Banjar".
Q: Berhasil meraih selempang Kalsel, apa saja tahapan yang kamu lalui?
A: "Tahun ini ada tiga gelombang audisi. Kalsel masuk pada gelombang ketiga. Bersama 2 kandidat lainnya, kami berkompetisi secara virtual. Mengerjakan tugas selama sepekan, deep interview, dan penilaian. Hingga akhirnya 5 Februari diputuskan bahwa aku lolos menjadi Puteri Indonesia Kalsel 2022".
Q: Seberapa kompetitif persaingan perebutan sash Kalsel?
A: "Wah kompetitif sekali. Aku dan 2 kandidat lain harus aktif di media sosial setiap hari. Mengenalkan diri secara personal, mengenalkan budaya Kalsel lewat konten video. Kontenku sendiri berisi video pengenalan arsitektur rumah Banjar. Syutingnya di Anjungan Kalsel TMII. Biar lebih all out, di situ aku mengenakan baju adat Banjar".
Q: Setelah resmi terpilih mewakili Kalsel, apa saja persiapan yang kamu lakukan untuk berkompetisi di tingkat nasional?
A: "Tiap kandidat memiliki advokasi. Advokasiku di bidang pendidikan. Inilah yang sedang gencar aku sosialisasikan. Baik kepada pemerintah daerah dalam hal ini provinsi dan Kota Banjarmasin, warga Banua, dan masyarakat pada umumnya".
Q: Menjadi Puteri Indonesia Kalsel, apa benefit yang kamu rasakan?
A: "Aku bisa lebih mengenalkan tentang budaya Banjar. Bertemu dengan orang-orang hebat, salah satunya Presiden RI Joko Widodo. Bersama finalis lainnya, kami berkunjung ke Istana Negara dan berbincang langsung dengan Pak Jokowi. Beliau menjabarkan banyak hal tentang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Beliau secara langsung mengajakku terlibat dalam perancangan desain tata ruang IKN, karena desain yang dipakai nantinya melibatkan karya anak muda. Kesempatan yang sangat baik menurutku".
Q: Ceritakan tentang advokasimu
A: "Advokasiku dinamai Pelangi, kependekan dari Pendidikan Alam, Petarung Mimpi. Pendidikan alam yang dimaksud bertujuan untuk mendidik anak-anak kurang mampu untuk belajar bersama. Tempatnya dengan memanfaatkan alam atau ruang terbuka. Misi ini terinspirasi dari pengalamanku saat student exchange di Jerman, di mana anak-anak di sana terbiasa belajar di ruang terbuka atau fasilitas publik. Sedangkan petarung mimpi adalah ajakanku kepada anak muda di luar sana untuk berani berjuang atas mimpinya. Sama halnya aku, yang sedari kecil gemar menggambar rumah dan putri-putrian, kini mimpi itu kucoba untuk mewujudkan. Sekarang aku berprofesi sebagai arsitek dan juga terjun dalam dunia beauty pageant".
Q: Bagaimana respons pemerintah terhadap advokasi kamu?
A: "Responsnya sangat positif. Terutama respons dari pemerintah daerah. Beberapa waktu lalu aku berkesempatan bertemu dengan Sekda Provinsi Kalsel dan Wali Kota Banjarmasin, mereka menyambut baik dan sangat mendukung program ini. Aku ingin misi ini bisa diterapkan, apalagi Banjarmasin punya fasilitas ruang terbuka yang memadai dan bisa dimanfaatkan untuk belajar bareng. Seperti area-area kosong di tepian sungai, di bawah pepohonan rindang".
Q: Selain advokasi, apa lagi yang akan kamu persiapkan untuk ajang nasional?
A: "Banyak hal. Beberapa diantaranya seperti mempersiapkan penampilan untuk unjuk bakat yang akan dinilai juri. Kemudian juga mempersiapkan kostum tradisional yang akan dipertunjukkan saat masa karantina nasional nanti".
Q: Apakah kamu pernah ikut kompetisi serupa sebelumnya?
A: "Aku pernah ikut Putri Kampus Trisakti 2012, Putra-Putri Bahari Indonesia 2013 mewakili Kalsel, Duta Pemuda & Olahraga DKI Jakarta 2014, Star Teen Global TV 2014, Putri Pariwisata Indonesia 2017, dan Brand Ambassador Jansport Indonesia.
Q: Apa harapanmu untuk pemilihan Puteri Indonesia?
A: "Semoga bisa memberikan yang terbaik. Aku mencoba menikmati setiap proses kompetisi ini. Tegang pasti ada, tetapi aku let it flow. Mengalir saja, memperdalam pengetahuan tentang Kalsel, dan berusaha semaksimal mungkin".
(tia) Editor : Arief