RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pesan dari pendakwah tidak lagi terdengar hanya seperti nasihat. Namun menjadi pengingat bagi siapa pun yang pernah jatuh dan salah mengambil jalan. Termasuk para warga binaan.
****
Kesalahan yang telah terjadi tidak mungkin dikembalikan menjadi sesuatu yang belum pernah dilakukan. Tetapi kehidupan juga tidak berhenti pada satu kesalahan. Itulah pesan yang terasa kuat dari Safari Dakwah tersebut.
Taubat bukan tentang mengubah masa lalu, melainkan keberanian untuk mengubah apa yang dilakukan setelahnya. Pesan itu pula yang membuat suasana di dalam Masjid Al-Ikhlas sesekali terasa emosional.
Ada warga binaan Lapas Banjarbaru yang hanya diam. Ada yang menundukkan kepala cukup lama. Ada pula yang terlihat berkaca-kaca.
Tidak ada yang tahu persis apa yang sedang berputar di kepala mereka. Sebab, setiap orang membawa cerita masing-masing ketika masuk ke dalam ruang masjid itu.
Ada yang mungkin teringat keluarga. Ada yang mengingat kesalahan yang pernah dilakukan. Ada pula yang sedang mencoba berdamai dengan dirinya sendiri.
Namun, di antara semua perasaan itu, ada satu pesan yang kembali ditegaskan: masa lalu bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Sejauh seseorang masih memiliki kesempatan, jalan untuk kembali selalu ada.
Di antara ratusan warga binaan yang duduk menyimak, Zainal merasakan ceramah itu menyentuh bagian yang selama ini mungkin jarang dibicarakan.
Tentang kesalahan, penyesalan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Ketika Habib Ahmad Al-Habsyi berbicara bahwa tidak ada manusia yang benar-benar bersih dari dosa, Zainal memilih diam. Kepalanya beberapa kali tertunduk.
Baginya, kalimat itu seperti mengingatkan bahwa setiap orang memiliki masa lalu yang tidak selalu mudah diceritakan.
“Waktu mendengar ceramah Habib, saya merasa tersentuh. Apalagi ketika beliau menyampaikan tentang dosa dan kesempatan untuk berubah. Saya jadi teringat dengan kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan,” ujar Zainal.
Ingatan itu kemudian membawa pikirannya kepada keluarga. Orang-orang yang berada jauh di luar tembok lapas. Mereka yang mungkin selama ini ikut merasakan dampak dari kesalahan yang pernah dilakukan.
Baca Juga: Di Balik Jeruji, Ada Harapan, Dari Kegiatan Safari Dakwah di Lapas Banjarbaru
Editor : Arief M