Di Balik Jeruji, Ada Harapan, Dari Kegiatan Safari Dakwah di Lapas Banjarbaru

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 20:13 WIB
SAFARI DAKWAH: Ratusan warga binaan di Lapas Banjarbaru saat mengikuti safari dakwah.
SAFARI DAKWAH: Ratusan warga binaan di Lapas Banjarbaru saat mengikuti safari dakwah. 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Safari Dakwah Habib Ahmad Al-Habsyi di Lapas Banjarbaru menghadirkan suasana emosional. Pesan tentang dosa, penyesalan, dan pintu taubat menyentuh ratusan warga binaan.

 ***

Ada saat ketika sebuah masjid mendadak lebih hening dari biasanya. Bukan karena ceramah berhenti. Justru sebaliknya. Suara Habib Ahmad Al-Habsyi terus mengalir di hadapan ratusan warga binaan Lapas Banjarbaru.

Namun, pesan tentang dosa, penyesalan, dan kesempatan untuk kembali menjadi manusia yang lebih baik perlahan mengubah suasana. Sebagian kepala mulai tertunduk. Ada yang memejamkan mata. Ada pula yang tetap menatap ke arah penceramah dengan wajah serius.

Beberapa warga binaan terlihat menyeka air mata atau menutup wajah dengan kedua tangan.

Jumat (18/9) itu, Masjid Al-Ikhlas tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya Safari Dakwah. Bagi sebagian warga binaan, ceramah tersebut seperti membawa mereka berhadapan dengan bagian hidup yang mungkin selama ini coba disimpan dalam-dalam.

Tentang kesalahan. Tentang penyesalan. Tentang masa lalu yang tidak mungkin diulang. Dan tentang satu pertanyaan sederhana: masihkah ada kesempatan untuk berubah?

Habib Ahmad Al-Habsyi tidak membawa pesan yang rumit. Ia berbicara tentang manusia yang tidak pernah benar-benar lepas dari dosa. Tentang kesalahan yang mungkin tidak pernah diceritakan kepada siapa pun. Juga penyesalan yang terkadang hanya bisa dipendam dalam diam. “Tak ada manusia yang benar-benar bersih dari dosa," ungkap Habib. 

Kalimat itu terasa menemukan tempatnya di tengah ratusan warga binaan yang duduk menyimak tausiah. Tidak semua kesalahan harus diceritakan kepada orang lain. Tetapi setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Jangan pernah merasa bahwa masa lalu menjadi penghalang untuk berubah. Selama masih diberikan kesempatan, teruslah memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah,” pesan Habib. 

Editor : Arief M
Berita Banjarbaru dakwah lapas banjarbaru