RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Siapa bilang ikan dan balita adalah dua hal yang sulit dipertemukan? Di tangan kreatif para ibu dari Kota Banjarbaru, belut yang selama ini identik dengan lauk rumahan disulap menjadi sajian yang jauh lebih bersahabat bagi lidah anak.
****
Dipadukan dengan alpukat yang lembut dan kaya nutrisi, belut hadir dalam bentuk bubur yang sederhana, tetapi sarat manfaat. Namanya Belapo, singkatan dari Bubur Belut Alpukat.
Sajian unik ini menjadi salah satu senjata Kontingen Kota Banjarbaru dalam Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026 di Halaman Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Sabtu (8/8).
Belapo merupakan kreasi TP PKK Kecamatan Banjarbaru Selatan yang mewakili TP PKK Kota Banjarbaru. Menu tersebut berhasil meraih Juara Harapan 3 Kategori Menu Balita.
Bagi tim Banjarbaru, penghargaan tersebut bukan sekadar trofi. Ada pesan yang jauh lebih besar di balik semangkuk bubur berwarna lembut itu: bagaimana membuat ikan yang kerap dijauhi anak-anak menjadi makanan yang justru mereka sukai.
Rasa dan gizi menjadi dua hal yang coba dipertemukan dalam Belapo. Belut diolah dengan cita rasa gurih, kemudian dipadukan dengan tekstur lembut alpukat sehingga menghasilkan sajian yang mudah disantap balita.
Kreasi tersebut sekaligus menjadi jawaban atas tantangan yang kerap dihadapi orang tua: membujuk anak agar mau mengonsumsi ikan.
Sebab, bagi sebagian anak, aroma amis menjadi alasan untuk menolak ikan bahkan sebelum makanan itu menyentuh lidah.
Di balik satu menu, ada pula misi yang dibawa Pemerintah Kota Banjarbaru untuk terus menggaungkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting.
Namun, Belapo bukan satu-satunya kreasi yang dibawa Banjarbaru dalam kompetisi tersebut.
Kontingen Banjarbaru membawa tiga menu unggulan. Selain Belapo pada kategori Menu Balita, ada Tenggiri Rimba Kedondong untuk kategori Menu Keluarga dan Harukun akronim dari Haruan dan Sukun, untuk kategori Kudapan.
Evaluasi dan Pembinaan Dilanjutkan
Tiga menu andalan Kontingen Kota Banjarbaru lahir dari proses persiapan yang tidak sebentar. Semua dihadirkan secara maksimal.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Wiwin Robiaty, mengatakan setiap menu mendapatkan pendampingan sebelum dibawa ke arena lomba.
Pembinaan tidak hanya menyentuh persoalan rasa. Tim juga memperhatikan takaran porsi, komposisi gizi, estetika makanan hingga teknik penyajian.
“Sebelum bertanding, DKP3 memberikan pembinaan komprehensif. Mulai dari takaran porsi, komposisi gizi, estetika tampilan, hingga seni penyajian,” jelas Wiwin.
Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, Ermina Fujianti, yang turut mendampingi kontingen, mengatakan tim telah mempersiapkan diri dengan penuh semangat untuk memberikan hasil terbaik.
“Tim sangat bersemangat untuk menghadirkan masakan yang luar biasa. Harapannya tentu memberikan yang terbaik bagi Kota Idaman,” ujarnya.
Pada akhirnya, Belapo mungkin hanya sebuah nama kecil dalam sebuah perlombaan memasak.
Namun, dari semangkuk bubur itu tersimpan gagasan sederhana: memperkenalkan ikan kepada anak-anak dengan cara yang lebih menyenangkan.
Sebab, mengajak anak makan ikan tidak selalu harus dengan menu yang rumit. Kadang, cukup dengan sedikit kreativitas, bahan pangan lokal bisa berubah menjadi sajian yang menggugah selera sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka.
Bagi Banjarbaru, Juara Harapan 3 menjadi pijakan untuk terus berbenah. Evaluasi dan pembinaan akan dilanjutkan agar kreasi kuliner berbahan ikan dari Kota Idaman semakin matang dan mampu meraih prestasi lebih tinggi pada ajang berikutnya. (al/ris)
Editor : Arief