Dari Tumpukan Sampah ke Panggung Juara: Petugas Kebersihan Ini Buktikan Kepedulian Bisa Mengantarkannya Menjadi Duta Pepelingasih

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 04:28 WIB

 

JUARA: Muhammad Nor Hidayat, petugas kebersihan asal Kecamatan Sungai Raya, berhasil meraih Juara 1 Pemilihan Duta Pepelingasih Kabupaten Hulu Sungai Selatan 2026 berkat inovasi pengolahan sampah plastik. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)
JUARA: Muhammad Nor Hidayat, petugas kebersihan asal Kecamatan Sungai Raya, berhasil meraih Juara 1 Pemilihan Duta Pepelingasih Kabupaten Hulu Sungai Selatan 2026 berkat inovasi pengolahan sampah plastik. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN – Setiap pagi, tangannya terbiasa menggenggam sapu, sekop, dan karung sampah. Bau menyengat dari tumpukan limbah sudah menjadi bagian dari rutinitas Muhammad Nor Hidayat. Namun, di balik pekerjaan yang kerap dipandang sebelah mata itu, tersimpan mimpi besar untuk membuat lingkungan menjadi lebih bersih.

 

***

Senin sore (20/7/2026), mimpi itu menemukan panggungnya.

Di hadapan dewan juri dan para finalis terbaik Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), petugas kebersihan asal Kecamatan Sungai Raya itu dinobatkan sebagai Juara 1 Pemilihan Duta Pepelingasih HSS Tahun 2026.

Bukan karena latar belakang profesinya. Bukan pula karena keberuntungan.

Ia menang karena menghadirkan solusi.

Melihat Sampah, Melihat Peluang

Setiap hari Hidayat menyaksikan satu persoalan yang sama: sampah plastik terus bertambah.

Botol minuman, kantong kresek, hingga kemasan makanan datang silih berganti. Sebagian berakhir di tempat pembuangan, sebagian lagi sulit terurai.

Bagi banyak orang, itu hanya sampah.

Namun bagi Hidayat, tumpukan plastik justru menjadi awal sebuah gagasan.

Ia kemudian mengembangkan Plastik Plus, sebuah inovasi yang mengolah limbah plastik menjadi berbagai produk yang kembali memiliki nilai ekonomi. Mulai dari aksesori hingga paving block.

"Sebagai petugas kebersihan, saya melihat secara langsung berapa banyak sampah yang dihasilkan setiap harinya. Jadi saya termotivasi untuk ikut andil atau tertantang menjawab permasalahan sampah ini, khususnya sampah plastik," ujarnya.

Profesi Bukan Penghalang

Di atas panggung grand final, Hidayat berdiri bersama sembilan finalis lain yang membawa gagasan terbaik mereka tentang pelestarian lingkungan.

Persaingan berlangsung ketat.

Karena itu, ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama, ia mengaku nyaris tak percaya.

"Sungguh tidak menyangka bisa menang, karena teman-teman yang masuk Top 10 ini juga sangat luar biasa," ungkapnya.

Kalimat itu terlontar sederhana.

Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan perjalanan panjang seorang petugas kebersihan yang selama ini bekerja jauh dari sorotan.

Belajar dari Jalanan

Bagi Hidayat, pekerjaannya bukan sekadar mengangkut sampah.

Setiap sudut jalan yang dibersihkan menjadi ruang belajar tentang perilaku masyarakat terhadap lingkungan.

Ia melihat bagaimana sampah plastik masih mendominasi, bagaimana limbah rumah tangga terus bertambah, sekaligus menyadari bahwa persoalan tersebut tidak akan selesai hanya dengan membersihkan.

Harus ada solusi yang lahir dari lapangan.

Kesadaran itulah yang kemudian melahirkan inovasi Plastik Plus.

Melalui inovasi tersebut, sampah yang semula menjadi persoalan diubah menjadi produk yang kembali bermanfaat sekaligus memiliki nilai jual.

Membawa Pesan, Bukan Sekadar Gelar

Gelar Duta Pepelingasih yang kini disandang Hidayat bukan sekadar penghargaan.

Baginya, gelar itu merupakan amanah untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani menciptakan inovasi sederhana dari persoalan yang mereka temui sehari-hari.

Menurutnya, perubahan besar tidak selalu lahir dari teknologi yang rumit.

Kadang justru berawal dari keberanian melihat sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Seperti sampah plastik.

Seperti profesi petugas kebersihan.

Keduanya kerap dipandang sebelah mata.

Namun Hidayat membuktikan, dari sanalah lahir sebuah karya yang mengantarkannya menjadi wajah baru kepedulian lingkungan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
Duta Pepelingasih HSS Muhammad Nor Hidayat inovasi Plastik Plus pengelolaan sampah plastik petugas kebersihan HSS