Kontingen LPPD Menuju Pesparawi Nasional (Habis)
Targetkan Bawa Pulang Emas
Kontingen LPPD Kalsel berangkat ke Manokwari, Papua Barat dalam dua gelombang. Mereka bertekad meraih medali emas di Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) Tingkat Nasional 2026.
SHEILLA FARAZELA, Banjarbaru
Gelombang pertama akan bertolak pada 14 Juni dan dijadwalkan kembali pada 24 Juni. Sementara gelombang kedua menyusul untuk mengisi ruang kompetisi hingga penutupan pada 28 Juni mendatang.
Ketua Umum LPPD Kalsel, Andi Widyarto mengungkapkan, ada lima kategori yang diikuti dalam Pesparawi Nasional. Yakni, Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), Vokal Grup, Solo Remaja Putra, Solo Remaja Putri, dan Solo Anak.
Di atas panggung nanti, setiap kategori hanya diberi jatah waktu 20 menit. Dalam durasi yang singkat itu, tiga lagu harus dilahap dengan sempurna. Satu lagu wajib pilihan panitia, satu lagu pilihan terikat, dan satu lagu bebas.
Pada lagu bebas inilah Kalsel akan menunjukkan kebolehannya sebuah nomor yang digarap mandiri, bahkan membuka ruang untuk eksplorasi bahasa asing.
"Target kami jelas, membawa pulang emas. Minimal bisa mengonversi lebih dari 50 persen kategori yang diikuti menjadi medali tertinggi," tegas Andi.
Langkah Kalsel di Manokwari dipastikan tidak akan mudah. Mereka harus berhadapan dengan provinsi-provinsi mapan yang secara tradisional menjadi kiblat paduan suara gerejawi nasional, seperti Sulawesi Utara (Manado) dan Sumatera Utara (Medan).
Daerah-daerah tersebut diuntungkan dengan limpahan sumber daya manusia dan kultur paduan suara yang sudah mengakar kuat sejak dini.
Namun, kontingen Kalsel menolak inferior. Modal latihan berbulan-bulan dan mentalitas luar kandang yang sudah teruji di Yogyakarta menjadi senjata utama. (al/ris)
Editor : Muhammad Rizky