Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ketika CFD Banjarbaru Pindah ke Panglima Batur, Ruang Baru untuk Warga dan UMKM

M Fadlan Zakiri • Selasa, 7 April 2026 | 21:04 WIB
LOKASI CFD: Ruas jalan Panglima Batur yang jadi lokasi pemindahan car free day (CFD) per 12 April 2026. (Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)
LOKASI CFD: Ruas jalan Panglima Batur yang jadi lokasi pemindahan car free day (CFD) per 12 April 2026. (Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)

Car free day (CFD) di Banjarbaru resmi berpindah ke Jalan Panglima Batur mulai April 2026, membawa suasana baru bagi aktivitas warga setiap akhir pekan.

                ****

Minggu pagi di Banjarbaru kini punya arah yang berbeda. Warga tidak lagi berbondong ke Lapangan Dr Murdjani. Mereka mulai mengarah ke Jalan Panglima Batur.

Di ruas jalan inilah, suasana car free day akan berlangsung. Sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer, kawasan itu disiapkan menjadi ruang bebas kendaraan. Mulai dari U-turn dekat Masjid Khanzul Khairat hingga U-turn di depan kantor PLN UID Kalselteng.

Perubahan ini mulai berlaku pada 12 April 2026. Pemerintah Kota Banjarbaru menetapkannya melalui Peraturan Wali Kota Nomor 5 Tahun 2026.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, mengatakan pemindahan ini bukan tanpa alasan. Aktivitas warga yang terus meningkat membuat lokasi sebelumnya terasa semakin padat.

“Melalui Perwali ini, kita ingin menghadirkan ruang publik yang sehat, sekaligus menekan polusi udara,” ujarnya.

Di lokasi baru, ruang terasa lebih panjang dan terbuka. Warga bisa berlari, bersepeda, atau sekadar berjalan santai tanpa saling berhimpitan.

Suasana pagi pun berubah. Tanpa kendaraan bermotor, suara yang terdengar lebih sederhana. Langkah kaki, sapaan antarwarga, dan aktivitas ringan yang mengisi sepanjang jalan.

CFD di Banjarbaru tidak lagi hanya soal olahraga. Ia menjadi ruang pertemuan. Tempat warga mengisi waktu pagi dengan cara yang lebih santai.

Perlahan, perubahan lokasi ini memberi warna baru. Bukan sekadar memindahkan titik kegiatan, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi warga dalam menikmati ruang kota. (bersambung)

LOKASI BARU: Jalan Panglima Batur yang kini menjadi lokasi baru CFD di Banjarbaru. 
(M FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN) 
LOKASI BARU: Jalan Panglima Batur yang kini menjadi lokasi baru CFD di Banjarbaru.  (M FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN) 

Ruang Baru untuk Warga dan UMKM

Selain menjadi ruang olahraga, CFD di lokasi baru juga memberi ruang bagi pelaku UMKM, dengan aturan yang lebih tertib dan terarah.

Seiring perpindahan lokasi, suasana pagi di CFD tidak hanya diisi aktivitas olahraga. Di beberapa titik, warga mulai memanfaatkan momen itu untuk kegiatan ekonomi.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut hadir. Mereka menawarkan berbagai produk, dari makanan ringan hingga minuman segar, menyatu dengan aktivitas warga yang datang.

Namun, penataan menjadi perhatian utama. Pedagang tidak diperbolehkan berjualan di trotoar maupun badan jalan.

Sebagai gantinya, mereka diarahkan memanfaatkan halaman rumah atau toko, tentu dengan persetujuan pemilik. “CFD ini tidak hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi, tetapi juga mendorong ekonomi masyarakat secara tertib dan berkelanjutan,” kata Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby.

Pengaturan ini dilakukan agar fungsi utama CFD tetap terjaga. Jalan tetap nyaman digunakan untuk berjalan, berlari, maupun bersepeda.

Waktu pelaksanaan juga dibatasi. CFD berlangsung setiap akhir pekan, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA. Setelah itu, arus lalu lintas kembali normal seperti biasa.

Di balik kebijakan ini, ada arah yang lebih luas. Pemerintah pusat sebelumnya mendorong daerah untuk memperluas pelaksanaan CFD, sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengendalian mobilitas.

Banjarbaru menjadi salah satu daerah yang mulai menyesuaikan kebijakan tersebut. Perubahan ini mungkin terlihat sederhana. Namun, perlahan membawa kebiasaan baru bagi warga, lebih banyak berjalan kaki, memanfaatkan ruang terbuka, dan menikmati kota tanpa kendaraan.

Editor : Arief
#feature #kalimantan selatan #banjarbaru #car free day