Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tinggal Scroll dan Klik, Gen Z Pilih Gawai Ketimbang TV untuk Mengakses Informasi

Zulvan Rahmatan • Senin, 30 Maret 2026 | 11:30 WIB

Photo
Photo

Scroll, klik, langsung tahu dunia. Di era serba cepat, informasi tak lagi menunggu disaksikan lewat tayangan televisi.

           ****

Dulu, televisi jadi “raja” di ruang keluarga. Dari berita pagi sampai hiburan malam, semua orang kumpul di satu layar yang sama. Tapi sekarang? Ceritanya sudah beda.

Di era digital, informasi ngalir deras banget—cukup dari genggaman tangan. Gawai jadi sumber utama. Sementara TV perlahan mulai kehilangan perhatian, terutama dari generasi muda.

Buat Gen Z, akses informasi sekarang jauh lebih cepat, praktis, dan fleksibel. Mau tahu apa saja, tinggal buka smartphone. Dalam hitungan detik, semua sudah tersedia.

Mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Winda Emelia merasakan langsung perubahan itu. “Jarang sekali ada momen menonton bersama seperti dulu, karena masing-masing anggota keluarga sudah punya smartphone sendiri,” ujarnya, Minggu (29/3).

Menurutnya, smartphone jauh lebih praktis karena bisa diakses kapan saja sesuai kebutuhan. Meski begitu, derasnya informasi juga jadi tantangan tersendiri. Winda mengaku kadang sulit membedakan mana informasi yang benar, dan mana tidak. “Arus informasi tidak pernah berhenti. Padahal, kemampuan menyaring dan berpikir kritis sangat penting supaya tidak mudah terpengaruh atau salah memahami suatu,” jelasnya.

Hal serupa juga dirasakan mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, M Agus Azhari. “Dulu sebelum gawai berkembang, televisi menjadi sumber informasi utama, karena akses informasi masih terbatas,” ujarnya.

Namun kini, kebiasaan itu berubah drastis. “Sekarang televisi masih ada, tapi jarang sekali ditonton karena semua sudah bisa diakses lewat handphone yang lebih praktis dan fleksibel,” jelasnya.

Meski akses informasi makin gampang, Agus menilai kemampuan literasi digital jadi hal yang wajib dimiliki. “Hidup di era banjir informasi memang memudahkan akses. Tapi, juga menuntut kemampuan literasi digital untuk memilah mana informasi yang valid,” katanya.

Cerita lain datang dari Jannatul Maiyah. Bahkan di rumahnya, televisi sudah tidak ada lagi. “Jujur tidak ada lagi TV (di rumahnya, red). Kita akses informasi semuanya dari gawai,” kata wanita 22 tahun ini.

Menurutnya, hidup di era banjir informasi itu bukan cuma soal kemudahan, tapi juga tantangan mental. “Jadi sekarang bukan hanya mencari informasi, tetapi berusaha agar tidak tenggelam di dalamnya. Bukan sekadar update, tapi sadar kapan berhenti dan memilah,” ungkap Jannatul.

Di tengah kondisi ini, pemerintah juga mulai ambil langkah lewat aturan pembatasan akses digital bagi anak di bawah 16 tahun. Winda menilai kebijakan tersebut cukup relevan, meski tetap harus bijak dalam penerapannya. “Selain pembatasan dan edukasi digital, peran orang tua juga harus diperkuat agar anak-anak tidak hanya dibatasi, tapi juga dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Sementara Agus juga melihat kebijakan ini sebagai langkah positif, tapi harus diiringi edukasi. “Langkah itu cukup bagus untuk melindungi anak dari dampak negatif digital, tapi tetap harus disertai pengawasan dan edukasi,” cetusnya.

Bagi Jannatul, pembatasan saja tidak cukup. “Mereka pasti tahu cara mengakali untuk tetap dapat mengakses. Untuk itu, edukasi penggunaan teknologi secara bijak bukan cukup membatasi. Artinya yang dibutuhkan bukan hanya kontrol, tapi kesadaran,” ingatnya.

Di era sekarang, televisi mungkin bukan lagi rujukan utama. Tapi tantangan sebenarnya justru ada di kita—mampu atau tidak menyaring informasi yang datang tanpa henti. Karena di dunia digital, bukan siapa yang paling cepat tahu, tapi siapa yang paling bijak memahami.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Gen Z #Teknologi #pemuda