Pagi itu, angin tipis berembus di Lapangan Murjani. Barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berdiri tegap di bawah langit Agustus yang cerah.
*****
Seragam putih mereka tampak rapi, langkahnya seragam, pandangannya lurus ke depan.
Di antara barisan itu, ada dua sosok yang memiliki cerita istimewa. Mereka adalah saudara kembar, Almira Putri Agustinus dan Muhammad Raihan Suprianto.
Beberapa bulan setelah momen bersejarah itu berlalu, Almira masih mengingat setiap detiknya dengan jelas.
Saat diwawancarai, ia bercerita dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. “Rasanya seperti mimpi waktu itu. Dari sekian banyak peserta seleksi, kami berdua bisa lolos dan berdiri di barisan yang sama,” kenangnya.
Menjadi anggota Paskibraka Kota Banjarbaru pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi keduanya.
Minat terhadap dunia paskibra sebenarnya sudah tumbuh sejak mereka duduk di bangku SMP. Saat itu, keduanya mulai tertarik melihat barisan pengibar bendera yang tampak disiplin dan penuh wibawa.
“Dari dulu kami sering melihat kakak-kakak paskibra saat upacara. Rasanya keren sekali. Dari situ mulai muncul keinginan untuk mencoba,” ujar Almira.
Ia mengaku sempat merasa gugup saat mengikuti proses seleksi Paskibraka. “Deg-degan pasti ada. Apalagi pesertanya banyak dan semuanya punya kemampuan bagus,” ujarnya.
Namun rasa gugup itu perlahan berubah menjadi semangat. Mereka berusaha menjalani setiap tahapan dengan maksimal. Hasilnya, keduanya berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka Kota Banjarbaru.
Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini
Editor: Sutrisno
Editor : Arief