Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Putra Banua Di Balik Film Saranjana dan Kuyank! Mengenal Sosok Produser, Sutradara Sekaligus Penulis Skenario Johansyah Jumberan

M Padil Ihsan • Kamis, 29 Januari 2026 | 13:49 WIB

 

Penulis: M Padil Ihsan
Rubrik: Feature

PUTRA BANUA: Produser, Sutradara sekaligus Penulis Skenario Film Johansyah Jumberan (Joe) dari Nagara HSS.
PUTRA BANUA: Produser, Sutradara sekaligus Penulis Skenario Film Johansyah Jumberan (Joe) dari Nagara HSS.

KANDANGAN – Di balik karya besar, selalu ada jalan panjang penuh perjuangan.

Kisah itu tercermin dari perjalanan hidup Johansyah Jumberan, sosok di balik berbagai film nasional yang kini dikenal sebagai produser, sutradara, sekaligus penulis skenario, dan pendiri rumah produksi Dari Hati Film.

Pria yang akrab disapa Joe ini merupakan putra asli Banua.

Ia lahir dan besar di Nagara Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Masa kecil hingga lulus Madrasah Aliyah Negeri (MAN), ia habiskan di kampung halamannya.

“Saya orang asli Banua, tepatnya di Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Masa kecil sampai lulus MAN saya habiskan di sana,” ujar Joe saat acara Nonton Duluan film Kuyank di Tabalong, Selasa (30/12/2025).

Usai lulus sekolah, Joe memilih merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan.

Sejak muda, ia memiliki kegemaran menulis cerita pendek.

Hobi itulah yang perlahan membawanya masuk ke dunia perfilman.

Baca Juga: Film Horor Lokal Makin Menjemukan? Bukan Kurang Seram, Ceritanya Kurang Mendalam

Namun jalan menuju industri tak langsung mulus.

Berbagai naskah yang ia kirimkan ke rumah produksi kerap berujung penolakan.

Hingga akhirnya, sebuah titik balik terjadi saat salah satu karyanya berhasil lolos kurasi 20 besar lomba penulisan skenario yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Indonesia.

Prestasi tersebut mengantarkannya mengikuti lokakarya eksklusif bersama para maestro perfilman nasional, termasuk almarhum H Misbach Yusa Biran.

Dari sanalah, Joe mulai menyerap ilmu dan membuka pintu menuju industri film secara profesional.

Kepercayaan pun berdatangan.

Joe mulai menggarap berbagai naskah FTV yang tayang di televisi nasional.

Portofolionya terus bertambah, menguatkan posisinya sebagai penulis skenario yang diperhitungkan.

Meski sukses di layar kaca, mimpi Joe untuk menembus layar lebar tak pernah padam.

Pada 2014, ia mengambil langkah besar dengan mendirikan rumah produksi Dari Hati Film (DHF) bersama Jay Sukmo, Dedy Syahputra, Roy Candra Yudha, dan Suharno.

Setahun berselang, Joe mencatatkan debut film layar lebar sebagai penulis skenario lewat film Catatan Akhir Kuliah (2015).

“Saya ingin memproduksi banyak karya dan berkolaborasi dengan filmmaker besar Indonesia. Melalui DHF, saya bermimpi melahirkan film-film yang membekas di hati penonton,” ungkapnya.

Hingga kini, sederet film telah lahir dari tangan Joe.

Di antaranya Saranjana, Iblis Dalam Kandungan 2, Angel Pol, dan terbaru Kuyank, yang saat ini tengah tayang di bioskop seluruh Indonesia.

Perjalanan Johansyah Jumberan dari pelosok Nagara Daha hingga menaklukkan industri perfilman nasional menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang mimpi.

Lewat karya-karyanya, Joe tak hanya membawa nama Banua ke panggung nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa konsistensi dan kerja keras selalu menemukan jalannya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#putra Banua #penulis skenario #sutradara #produser