Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Masih Ada Sisi Feminimnya, Begini Kisah Nadya Si Perempuan Penakluk Adrenaline Asal Banjarbaru

M Fadlan Zakiri • Rabu, 28 Januari 2026 | 11:02 WIB
OUTDOOR: Nadya saat mengikuti kegiatan outdoor. Ia menjadikan hobi petualangan sebagai ladang usaha di dunia outbound ekstrem.
OUTDOOR: Nadya saat mengikuti kegiatan outdoor. Ia menjadikan hobi petualangan sebagai ladang usaha di dunia outbound ekstrem.

Banyak perempuan memilih jalan aman. Pekerjaan stabil, rutinitas rapi, dan minim risiko. Namun tidak bagi Nadya.

         ****

Perempuan kelahiran Kotabaru, 24 September 2001 itu justru menantang arus, menjadikan hobi petualangan sebagai ladang usaha di dunia outbound ekstrem. “Beda itu, sukses kita,” ujar Nadya, menyebut prinsip hidup yang terus ia pegang saat ditemui Radar Banjarmasin, Kamis (22/1).

Prinsip itulah yang membawa warga Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka ini terjun ke dunia outbound, sektor yang identik dengan adrenalin, medan berat, dan dominasi laki-laki.

Nadya mengakui, awalnya ia pun sempat berpikir seperti kebanyakan perempuan lain. Ingin pekerjaan yang aman dan stabil. Namun kegemarannya pada aktivitas outdoor perlahan menariknya keluar dari zona nyaman.

Salah satu kebanggaannya adalah terlibat langsung dalam pengelolaan olahraga ekstrem Tyrolean melalui Xerikart Adrenaline Services.

Bukan semata karena ekstremnya, melainkan karena nilai tanggung jawab dan kebermanfaatan yang menyertainya. “Bukan saya yang keren, tapi orang-orang di dalamnya,” kata perempuan yang akrab disapa Naya ini.

HOBI: Nadya menjadikan hobi petualangan sebagai ladang usaha di dunia outbound ekstrem.
HOBI: Nadya menjadikan hobi petualangan sebagai ladang usaha di dunia outbound ekstrem.

Sejak SMA Suka Dunia Petualangan

Ketertarikan Nadya pada dunia petualangan sebenarnya sudah muncul sejak SMA. Namun saat itu ia belum memiliki bekal pengetahuan maupun keterampilan.

Semua baru terealisasi ketika Nadya masuk bangku kuliah dan bergabung dengan organisasi pencinta alam IMPAS-B. “Kalau saya tidak masuk organisasi itu, saya tidak akan berdiri di Xerikart,” ujarnya jujur.

Dari sanalah ia belajar banyak hal. Mulai dari soft skill, manajemen kegiatan, hingga membangun jejaring. Dunia alam bebas bukan lagi sekadar pelarian, melainkan ruang belajar dan tumbuh.

Xerikart sendiri lahir bukan dari rencana bisnis kaku, melainkan dari kebiasaan. Bersama dua rekannya, Rifani dan Bara, Nadya melihat peluang di tengah maraknya tren olahraga ekstrem.

Rifani dikenal Nadya sebagai sosok dengan pola pikir kreatif dan inovatif. Sementara Bara memiliki keahlian teknis di bidang peralatan gunung.

Kombinasi itulah yang kemudian melahirkan Xerikart, sebuah wadah petualangan dan adrenalin di alam terbuka Kalimantan Selatan. “Waktu itu masih sangat sedikit penyedia jasa dengan konsep seperti ini,” tuturnya.

Keyakinan Nadya semakin kuat ketika olahraga Tyrolean berhasil diperkenalkan sebagai yang pertama di Kalimantan Selatan. Momen itu menjadi penanda bahwa inilah bidang yang ingin ia tekuni. 

EKSTREM: Nadya menjadikan hobi petualangan sebagai ladang usaha di dunia outbound ekstrem.
EKSTREM: Nadya menjadikan hobi petualangan sebagai ladang usaha di dunia outbound ekstrem.

Masih Punya Sisi Feminin

Perjalanan Nadya tentu tidak selalu mulus. Ia kerap mendengar celetukan miring.

Mulai dari komentar kagum hingga keraguan soal kemampuannya sebagai perempuan bertubuh mungil di dunia ekstrem selalu didengar Nadya. “Sudah pasti pernah dibilang enggak cocok,” katanya.

Tapi, dalam kamus hidup Nadya, hidup itu memang harus ada tekanan supaya berkembang. Bagi dirinya, berada di dunia outbound juga menjadi bentuk pembuktian. Bahwa perempuan mampu, selama mau belajar, berani, dan bertanggung jawab.

Dalam dunia olahraga ekstrem, risiko bukan hal asing. Namun menurut Nadya, tantangan terbesar justru terletak pada kejujuran klien, yang disebutnya Extremer.

Sebelum kegiatan, tim Xerikart selalu memastikan kondisi fisik dan riwayat kesehatan peserta sesuai SOP.

Jika tidak memenuhi syarat, kegiatan bisa dibatalkan. Sayangnya, masih ada peserta yang tidak jujur demi mencoba tantangan. “Padahal ini kegiatan ekstrem. Keselamatan adalah tanggung jawab utama kami,” tegasnya.

Ia juga pernah menghadapi kondisi darurat ketika seorang peserta pingsan akibat rasa cemas atau anxiety.

Beruntung, latar belakang Nadya di bidang bimbingan dan konseling membantunya tetap tenang, mendampingi peserta secara emosional hingga kondisi stabil.

Menariknya, dunia ekstrem bukan satu-satunya hobi Nadya. Di sisi lain, ia juga menggeluti nail art—dunia yang identik dengan sisi feminin.

Sekilas tampak kontras. Namun bagi Nadya, keduanya adalah cerminan diri. “Saya tetap perempuan yang menyukai sisi feminin, tapi saya juga menikmati tantangan,” ujarnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#outbond #Ekstrem #banjarbaru #Perempuan #Olahraga