BANJARMASIN – Usia muda tidak menjadi alasan untuk sekadar menjadi penonton dalam dinamika politik. Rayhan Ananto membuktikan pengabdian tak harus menunggu rambut memutih. Di usia 25 tahun, ia resmi mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Demokrat.
Momen pengambilan sumpah jabatan menjadi titik paling berkesan. Baginya, sumpah itu bukan sekadar seremoni, melainkan ikrar tanggung jawab yang akan diingat seumur hidup. “Waktu diambil sumpah itu momen paling sakral bagi saya. Di umur masih sangat muda, saya disumpah untuk menjadi anggota legislatif. Itu momen yang tidak akan pernah terlupakan,” ujar pemuda kelahiran Banjarmasin 29 Mei 2001 itu.
Ketertarikan putra pasangan Bambang Yanto Permono dan Tahrina Trisaktini ini pada dunia politik sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMA. Awalnya memang sekadar mencoba. Namun, perlahan ia memahami bahwa politik adalah ruang pengabdian yang menuntut keberanian dan kesiapan mental. “Kalau sudah terjun ke politik, berarti siap menerima konsekuensi apa pun,” katanya.
Ia tak menutup mata bahwa perjalanannya juga ditopang peran sang ayah. Sang ayahnya beberapa periode pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Partai Demokrat. Sekarang duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kalsel.
Namun lebih dari sekadar dukungan, ia menyebut ayahnya juga sebagai mentor yang menanamkan prinsip politik yang membumi. “Satu yang selalu diajarkan bapak, jangan banyak berjanji ke masyarakat. Apa yang bisa kita bantu, langsung bantu tak perlu harus menunggu-nunggu,” tuturnya.
Prinsip itu pula yang kini menjadi pegangan Rayhan dalam bekerja. Ia mengaku lebih memilih fokus pada tindakan nyata. Terutama dalam membantu masyarakat mengakses bantuan sosial (Bansos) dan menyerap aspirasi di lapangan.
Meski demikian, menjadi legislator muda bukan tanpa keraguan. Di awal masa jabatan, faktor usia sempat menjadi beban psikologis. “Awal-awal menjabat, sempat bertanya dalam diri, bisakah saya mengemban tugas seberat ini? Tapi kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak,” ucapnya.
Menurutnya, politik tidak boleh berjarak dengan realitas sosial. Siapa pun, tua atau muda, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyaring aspirasi masyarakat. “Tidak peduli senior atau baru terjun, tugas anggota dewan tetap sama, menyuarakan kepentingan rakyat,” imbuhnya.
Sebagai wakil rakyat termuda, Rayhan menaruh perhatian khusus pada persoalan anak muda di Banjarmasin. Ia menyoroti pergaulan bebas, minimnya pembinaan, serta dampak negatif media sosial (Medsos) yang belum terkelola dengan baik. “Banyak anak muda sekarang salah pergaulan. Ini generasi penerus, tapi masih luput dari pembinaan dan pengawasan,” sebutnya.
Di luar tugas kedewanan, Rayhan tetap menjalani kehidupan layaknya anak muda. Ia menjaga kedekatan dengan keluarga kecilnya, bergaul tanpa sekat jabatan, dan rutin berolahraga. Kesederhanaan itu, menurutnya, penting agar tetap membumi.
Ke depan, Rayhan berharap Banjarmasin terus bergerak maju dan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. “Harapan saya, lima tahun ke depan Banjarmasin bisa lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera,” harapnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief