KANDANGAN – Desa Hamak, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), kembali menegaskan posisinya sebagai sentra durian utama di Kalimantan Selatan.
Memasuki musim panen, desa yang dijuluki “Kampung Durian” ini diserbu pemburu durian dari berbagai daerah.
Cuaca yang bersahabat membuat pohon-pohon durian warga berbuah lebat.
Hasilnya, lapak-lapak durian di Desa Hamak nyaris tak pernah sepi pembeli.
Kondisi ini menjadi berkah bagi petani dan pedagang lokal yang menggantungkan hidup dari durian.
Rina, salah seorang penjual durian di desa tersebut, mengaku kewalahan melayani permintaan yang terus berdatangan.
Ia menyebut cita rasa khas durian Hamak menjadi magnet utama bagi para pembeli.
“Alhamdulillah, tahun ini durian berbuah lebat sekali. Pembeli yang datang ke sini berasal dari berbagai daerah, mulai dari Kotabaru, Banjarbaru, Banjarmasin, Batulicin, hingga Sungai Danau, dan lain-lain,” ujar Rina.
Tak hanya pembeli perorangan, pasar durian Hamak juga diminati kalangan korporasi.
Baca Juga: DPRD Soroti Parkir Pembeli DurianSejumlah pembeli disebut berasal dari perusahaan tambang besar yang beroperasi di Kalimantan Selatan, baik untuk konsumsi internal maupun acara tertentu.
Desa Hamak juga menjadi incaran para pengepul.
Mereka datang untuk membeli durian dalam jumlah besar atau partai grosir, lalu mendistribusikannya ke pasar-pasar di kota besar.
Menariknya, harga durian di Kampung Durian ini tetap terjangkau.
Pembeli bebas memilih durian sesuai selera dan kemampuan.
“Untuk harga kami sangat menyesuaikan dengan ukuran buahnya. Mulai dari yang kecil seharga Rp10.000 hingga ukuran besar yang mencapai Rp50.000 per bijinya,” kata Rina.
Kini, Desa Hamak tak hanya dikenal sebagai penghasil durian berkualitas, tetapi juga menjelma menjadi destinasi wisata musiman yang menggerakkan ekonomi warga.
Editor : Eddy Hardiyanto