Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dulunya Bau dan Banyak Preman, Pasar Sentra Antasari Banjamasin Kini Dibenahi, Bagaimana Hasilnya?

Zulvan Rahmatan • Selasa, 20 Januari 2026 | 13:48 WIB
KEMBALI: Setelah bertahun-tahun dikelola swasta, Pasar Sentra Antasari kini resmi di bawah kendali Pemko Banjarmasin.
KEMBALI: Setelah bertahun-tahun dikelola swasta, Pasar Sentra Antasari kini resmi di bawah kendali Pemko Banjarmasin.

Pasar terbesar di Banjarmasin mulai berbenah. Bersih-bersih bukan sekadar fisik, tapi juga mental pengelolaan.

           ****

Suasana bersih. Tidak ada sampah bertebaran. Ruangan terasa sejuk, terang, dan wangi. Petugas kebersihan sering ditemui mengepel lantai. Toiletnya juga tidak bau pesing. Bahkan pengunjung digratiskan masuk toilet.

Security selalu siaga menjaga semua pintu masuk dengan alat detektor. CCTV di mana-mana. Membawa anak dan istri terasa aman berkeliling. Itu kalau kita masuk mal. Apakah suasananya seperti itu kita dapatkan saat berbelanja ke Sentra Antasari Banjarmasin ? Masih angan-angan.

Sentra Antasari sebenarnya memasuki babak baru. Setelah resmi dikelola Perumda Pasar Baiman sejak 1 Januari 2025, pasar tradisional terbesar di Kota Banjarmasin itu mulai dibenahi dari persoalan paling mendasar: kebersihan, ketertiban, dan keamanan. Tapi jangan bayangkan suasana langsung seperti di mal.

Direktur Utama Perumda Pasar Baiman, Muhammad Abdan Syakura menegaskan tiga bulan pertama pengelolaan difokuskan pada pembersihan menyeluruh dan penertiban dasar. Tak hanya menyingkirkan tumpukan sampah, tetapi juga tanaman liar yang menempel di bangunan hingga pendataan ulang pedagang. “Januari sampai Maret, kita fokus membersihkan sampah, tanaman liar yang menempel di bangunan, serta pendataan ulang pedagang,” ujar Abdan.

Dari proses registrasi ulang sementara, tercatat sekitar 1.400 pedagang telah terdata. Padahal, estimasi jumlah pedagang di Sentra Antasari mencapai 3.000-an, dengan sekitar 2.000 pedagang aktif. Dua blok lainnya masih dalam tahap pendataan.

Pembenahan juga menyasar area depan pasar yang selama ini semrawut oleh PKL dan parkir motor yang menutup akses masuk. Abdan ingin wajah pasar berubah total, lebih terbuka dan ramah pengunjung. “Kita ingin akses masuk pasar terbuka dan nyaman. Pengunjung bisa turun di depan pintu masuk, lalu parkir di tempat yang disediakan. Konsepnya seperti di mal,” jelasnya.

Penataan dilakukan melalui koordinasi dengan pengelola parkir. Menurut Abdan, langkah tersebut bukan untuk membatasi. Melainkan menciptakan kenyamanan bersama bagi pedagang, pengunjung, dan pengelola parkir.

Direktur Utama Perumda Pasar Baiman, Muhammad Abdan Syakur
Direktur Utama Perumda Pasar Baiman, Muhammad Abdan Syakur

Pembenahan Bertahap hingga 2026

Perumda Pasar Baiman menyiapkan pembenahan Pasar Sentra Antasari secara bertahap sepanjang 2026. Triwulan kedua diarahkan pada penataan lapak pedagang yang kerap meluber ke luar toko. Triwulan ketiga difokuskan pada rehabilitasi ringan, seperti perbaikan drainase yang direncanakan saat musim kemarau. Sementara itu, triwulan keempat akan menyentuh perbaikan interior, mulai dari penggantian keramik hingga penanganan atap bocor.

Di sisi keamanan, pengelola pasar bergerak cepat merespons keluhan pedagang terkait premanisme dan pungutan liar. Perumda Pasar Baiman menggandeng Kodim 1007/Banjarmasin untuk menjaga keamanan dan ketertiban. “Kami siapkan kantor keamanan di lantai tiga. Petugas akan memetakan titik rawan. Preman juga kita bina, dimanusiakan, diarahkan ke kegiatan yang lebih positif,” katanya.

Abdan menyebut kritik pedagang selama ini berputar pada tiga hal utama: kebersihan, keamanan, dan ketertiban. “Kalau kebutuhan dasar ini terpenuhi, pedagang bisa berdagang dengan tenang. Itu kunci menghidupkan kembali pasar,” ungkapnya.

Keamanan Lebih Terkendali

Perubahan di lapangan juga diakui Kepala UPT Pasar Sentra Antasari, Juli Saputra. Menurutnya, sistem pengamanan kini jauh lebih terkoordinasi dibanding sebelumnya. “Kalau dulu agak rumit soal keamanan. Sekarang sudah ada kerja sama dengan Kodim untuk mem-backup kami di lapangan,” ujar pria yang akrab disapa Putra ini.

Petugas keamanan peninggalan pengelola lama, PT Giri Jaladhi Wana, juga direkrut ulang agar berada langsung di bawah kendali pengelola baru. “Petugas keamanan bekas PT Giri kita rekrut lagi,” ungkapnya.

Di sektor kebersihan, pembersihan gedung dilakukan bertahap. Terutama di kawasan arah Kasbah yang selama ini dipenuhi tumpukan sampah. “Untuk kebersihan gedung dan tumpukan sampah itu akan kami kerjakan, tapi bertahap. Karena ada pembicaraan soal tarif jasa kebersihan, rencananya mulai 1 Februari,” katanya.

Masalah preman, pengamen, dan anak jalanan juga ditangani melalui pendekatan persuasif dan koordinasi lintas instansi. “Kita tahu seluk-beluk mereka, siapa yang pegang di pasar. Itu sudah kita koordinasikan dengan Kodim. Kita lakukan pendekatan, tidak langsung keras,” ujarnya.

Terkait anak jalanan yang diduga menghirup lem di dalam pasar, Putra menegaskan penertiban akan dilakukan jika pendekatan tak lagi efektif. “Ngelem ini memang tidak ada hukuman berat. Paling lama 24 jam, atau dibawa ke rumah singgah. Tapi kalau tetap bandel, kita angkut bersama Satpol PP,” tegasnya.

Koreksi Sejarah Pasar

Namun di balik langkah pembenahan tersebut, pengamat tata kota Subhan Syarief mengingatkan bahwa Sentra Pasar Antasari menyimpan sejarah panjang kegagalan tata kelola. Ia mengurai bahwa pasar ini dibangun sekitar 2000–2005 dengan gagasan progresif: pasar tradisional berkonsep modern. “Bangunan bertingkat, zonasi komoditas, kios permanen, serta harapan terciptanya ruang jual-beli yang lebih tertib, higienis, dan berdaya saing,” ujarnya, Minggu (18/1).

Namun, menurut Subhan, niat baik itu kandas di tahap implementasi. Kesalahan membaca perilaku konsumen, desain sirkulasi yang tak ramah, lemahnya manajemen operasional, hingga absennya kepemimpinan profesional membuat pasar ini kehilangan denyutnya.

Ia menyoroti lantai atas yang sepi, kios mati suri, pedagang merugi, bahkan pedagang asli justru tersingkir. Publik kehilangan kepercayaan, dan pemerintah menanggung beban sosial-ekonomi yang besar. “Kegagalan ini bukan semata persoalan fisik bangunan, melainkan kegagalan konsep dan tata kelola yang berujung ke ranah hukum,” tegasnya.

Subhan menilai pengambilalihan pengelolaan oleh Perumda Pasar seharusnya dimaknai perubahan besar-besaran. “Pengambilalihan pengelolaan pasar oleh Perumda Pasar seharusnya dibaca sebagai upaya koreksi sejarah, bukan sekedar rotasi administratif,” singgungnya.

Ia menekankan, tanpa manajemen profesional dan visi strategis yang jelas, pembenahan fisik hanya akan menjadi tambal sulam. “Paradigma pengelolaan pasar tidak lagi cukup dengan logika lama ‘asal tertata’,” ujarnya.

Menurut Subhan, pasar tradisional harus memadukan nilai sosial dan budaya lokal dengan pendekatan modern, termasuk branding, layanan berbasis data, dan integrasi digital. Ketergantungan publik pada belanja daring harus dijawab dengan katalog online pedagang, pembayaran non-tunai, dan layanan pesan-antar.

Ia juga menegaskan pentingnya seleksi ketat pimpinan Perumda Pasar. “Jabatan strategis Perumda Pasar tidak boleh menjadi ruang kompromi politik atau penempatan administratif,” tegurnya.

Tanpa reformasi menyeluruh, Subhan mengingatkan, sejarah kegagalan Sentra Pasar Antasari berisiko terulang—dengan nama pengelola berbeda, tetapi masalahnya tetap sama.

Menanti Gebrakan Sentra Antasari

Kondisi Awal :
- Pasar tradisional terbesar di Banjarmasin.
- Jauh dari standar kenyamanan mal.
- Masalah utama: kebersihan, ketertiban, keamanan.

Babak Baru Pengelolaan :
- Dikelola Perumda Pasar Baiman.
- Mulai 1 Januari 2025.
- Fokus awal: kebersihan, ketertiban, keamanan.

Langkah 3 Bulan Pertama (Jan–Mar 2025) :
- Pembersihan sampah menyeluruh.
- Pembersihan tanaman liar di bangunan.
- Pendataan ulang pedagang.

Data Pedagang :
- Terdata sementara: ±1.400 pedagang.
- Estimasi total: ±3.000 pedagang.
- Pedagang aktif: ±2.000.
- Dua blok masih pendataan.

Penataan Area Depan Pasar :
- Penertiban PKL dan parkir motor.
- Akses masuk dibuat terbuka.
- Sistem parkir terpusat.
- Konsep ditargetkan mendekati mal.

Tahapan Pembenahan 2026 :
- Triwulan II: Penataan lapak pedagang.
- Triwulan III: Rehabilitasi ringan & drainase.
- Triwulan IV: Interior (keramik, atap bocor).

Pengamanan Pasar :
- Kerja sama Kodim 1007/Banjarmasin.
- Kantor keamanan di lantai 3.
- Pemetaan titik rawan.
- Pendekatan pembinaan preman.

Kebersihan Pasar :
- Pembersihan bertahap gedung.
- Fokus area Kasbah (tumpukan sampah).
- Tarif jasa kebersihan berlaku 1 Februari.

Catatan Pengamat Tata Kota :
- Dibangun 2000–2005.
- Gagal di konsep & tata Kelola.
- Lantai atas sepi, kios mati.
- Risiko gagal terulang jika hanya tambal sulam.

Rekomendasi Pengamat :
- Manajemen professional.
- Digitalisasi pasar & pembayaran non-tunai.
- Katalog online & layanan antar.
- Jabatan Perumda bebas kompromi politik

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#banjarmasin #Pasar