Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Keterbatasan Fisik Tak Halangi Langkah ke Masjid, Arbani Tetap Rajin Salat Lima Waktu Berjemaah

Norsalim Yahya • Jumat, 16 Januari 2026 | 10:55 WIB
INSPIRASI : Arbani, seorang pria paruh baya yang mengalami keterbatasan fisik tetap rajin salat berjamaah.
INSPIRASI : Arbani, seorang pria paruh baya yang mengalami keterbatasan fisik tetap rajin salat berjamaah.

PELAIHARI – Keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti beribadah. Arbani, pria paruh baya asal Jalan Perintis II, Pelaihari, membuktikan hal itu dengan tekadnya yang tak pernah surut untuk salat berjamaah di Masjid Agung Syuhada.

Meski kedua kakinya tak mampu berjalan, Arbani tetap rajin menempuh jarak satu kilometer menuju masjid. Ia mengandalkan kekuatan tubuh bagian atas untuk mengendalikan kendaraan matic yang telah dimodifikasi beroda tiga.

Setibanya di halaman masjid, Arbani memarkir motornya dekat teras agar mudah turun. Dengan cekatan, kedua tangannya yang sudah beralas sandal jepit mengangkat tubuhnya menuju ruang utama masjid. Sandalnya ia letakkan rapi sebelum masuk, lalu bergabung bersama jemaah lain menunaikan salat. “Kalau tidak ada uzur, saya selalu menyempatkan salat berjamaah di masjid ini,” ujarnya, Kamis (15/1).

Sehari-hari Arbani bekerja sebagai tukang tambal ban di pinggir Jalan A Syairani, Komplek Perkantoran Pelaihari. Usai bekerja, ia pulang beristirahat, lalu bersiap kembali ke masjid. Bahkan hujan tak menghalangi langkahnya, karena motor roda tiga miliknya telah dimodifikasi agar tetap nyaman berkendara.

Arbani memiliki dua motor roda tiga. Satu untuk bekerja, satu lagi untuk aktivitas sehari-hari termasuk ke masjid. “Jika hujan pun tetap salat berjamaah, karena ada kendaraan ban tiga,” tuturnya.

Ia mengaku, di masa mudanya kerap lalai salat karena sibuk bekerja. Namun, suatu hari saat melihat orang berbondong-bondong ke masjid untuk Salat Jumat, hatinya terketuk. Sejak saat itu ia bertekad tak lagi meninggalkan salat berjamaah. “Kemanapun pergi pasti disempatkan salat berjamaah, baik di masjid maupun musala,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Arbani juga mengajak sesama penyandang disabilitas untuk tidak menjadikan keterbatasan fisik sebagai penghalang ibadah. “Kalau sudah tua seperti ini, apa lagi yang kita kejar? Lebih baik perbanyak salat berjamaah. Apalagi mereka yang masih sempurna,” pesannya.

Kebiasaan Arbani mendapat apresiasi dari jemaah lain. Saputra, salah seorang jamaah, mengaku kagum dengan ketekunan Arbani. “Ini motivasi bagi kita yang tak memiliki keterbatasan. Minimal jangan meninggalkan salat lima waktu,” ujarnya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#inspiratif #Tanah Laut #Masjid #lansia #Sosok