Hingga Jumat (9/1/2026), akses utama desa tersebut masih terputus total akibat ambruknya jembatan gantung yang diterjang luapan Sungai Amandit pada 27 Desember 2025 lalu.
Pantauan di lapangan menunjukkan betapa sulitnya mobilitas warga. Tanpa jembatan permanen, masyarakat terpaksa bertaruh nyawa menggunakan rakit bambu darurat yang dikaitkan ke tali tambang dan ditarik menggunakan katrol manual untuk menyeberangi sungai.
Putusnya jembatan ini mematikan usaha produksi masyarakat yang membutuhkan akses angkut barang.
Erlina, warga Datar Mangkung sekaligus Anggota BPD Tumingki, mengungkapkan bahwa usaha kerajinan bambu yang selama ini menjadi penopang ekonomi warga kini lumpuh total.
"Aktivitas kami sangat terbatas. Usaha kerajinan bambu tidak bisa dijalankan karena tidak bisa menyeberangkan hasil produksi. Masyarakat saat ini hanya bisa bergantung pada usaha wisata bamboo rafting saja, karena hanya itu usaha yang saat ini masih bisa dijalankan," ungkapnya.
Kondisi ini memaksa warga memutar otak untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan akses logistik yang belum pulih.
Kondisi ekonomi kian terjepit karena kerusakan lahan pertanian. Ketua RT 02 Desa Tumingki, Gatot, menjelaskan bahwa terjangan banjir akhir 2025 lalu juga menghancurkan perkebunan warga hingga memicu gagal panen.
Namun, di tengah kesulitan ini, mulai ada titik terang bagi warga. Gatot menginformasikan bahwa pihak pemerintah telah merespons musibah ini secara langsung.
"Pihak pemerintah juga sudah ada melakukan peninjauan ke lokasi dan menyatakan akan segera memperbaiki jembatan yang putus ini. Semoga saja hal tersebut dapat segera dilaksanakan agar kehidupan kami kembali normal," harap Gatot.
Keberadaan jembatan gantung merupakan urat nadi bagi warga Dusun Datar Mangkung. Kini, masyarakat sangat menggantungkan harapan pada janji pemerintah agar perbaikan segera dilakukan.
Hal ini penting agar warga tidak lagi harus bergantung pada rakit bambu yang berisiko, serta agar usaha produksi masyarakat bisa kembali berdenyut seperti sedia kala.
Editor : Sutrisno