Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Penyakit Kulit Mengintai, Begini Kondisi Korban Banjir Pengayuan Banjarbaru

Sheilla Farazela • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:42 WIB
TERENDAM: Mama Riani, salah satu korban banjir di Pengayuan duduk di teras rumahnya yang terendam, Senin (5/1).
TERENDAM: Mama Riani, salah satu korban banjir di Pengayuan duduk di teras rumahnya yang terendam, Senin (5/1).

Mama Riani memilih tidak mengungsi. Selain menjaga barang-barang, ia ingin tetap bersama keluarganya di tempat yang mereka kenal.

       *****
Untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus, Mama Riani bersama warga lain mengandalkan toilet portabel yang disediakan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Fasilitas darurat itu menjadi penopang utama di tengah keterbatasan. Meski membantu, kondisi di lapangan tetap jauh dari nyaman. “Pakai WC harus antre. Apalagi malam, udaranya sangat dingin,” katanya.

Kondisi tersebut perlahan berdampak pada kesehatan. Tubuh Mama Riani kerap menggigil saat malam, disertai pegal dan kelelahan. Risiko penyakit kulit juga mengintai, akibat terlalu lama terpapar air banjir yang kotor.

Petugas kesehatan setempat mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi penyakit pascabanjir, seperti gatal-gatal, hingga demam.

Air yang menggenang lama dan suhu dingin di malam hari bisa menurunkan daya tahan tubuh, terutama pada anak-anak dan lansia.

Namun di tengah semua itu, Mama Riani tetap berusaha bertahan. Ia memasak seadanya, sebatas yang bisa dijangkau tanpa harus terlalu banyak bergerak.

Mama Riani berharap, air segera surut dan rumah kembali kering. Ia ingin kembali ke dapur tanpa rasa cemas, tidur tanpa dingin yang menusuk tulang, dan menjalani hari tanpa bayang-bayang banjir.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#Banjir #penyakit #banjarbaru