Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Susah Tidur karena Kedinginan, Begini Kondisi Korban Banjir di Pengayuan Banjarbaru

Sheilla Farazela • Selasa, 6 Januari 2026 | 09:18 WIB

 

BANJIR: Mama Riani, salah satu korban banjir di Pengayuan saat ditemui Radar Banjarmasin, Senin (5/1).
BANJIR: Mama Riani, salah satu korban banjir di Pengayuan saat ditemui Radar Banjarmasin, Senin (5/1).

Malam di Pengayuan, RT 02, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, tak lagi sama sejak banjir merendam kawasan itu hampir sepekan terakhir.

          ***

Lampu-lampu rumah di Pengayuan kini redup. Suara air menggenang pun menggantikan bunyi langkah kaki. Udara juga lebih dingin dari biasanya.

Radar Banjarmasin, Senin (5/1) mendatangi permukiman yang dilanda banjir di Pengayuan. Seorang warga yang tempat tinggalnya terendam tampak duduk di teras rumahnya.

Ia tak mau menyebutkan nama aslinya. "Panggil saja Mama Riani," katanya.

Selama rumahnya terendam, Mama Riani mengaku setiap malam harus tidur dengan suhu dingin yang datang dari lantai rumah yang terendam air keruh.

Tidur di atas dipan yang ditinggikan, ia bersama suami dan anaknya berusaha beristirahat, meski tidur tak pernah benar-benar lelap. “Kalau malam itu paling berat. Dinginnya beda, sampai menggigil. Tidur cuma sebentar-sebentar,” ujar Mama Riani.

Hampir satu pekan air mengepung rumahnya, bersama puluhan rumah warga lainnya. Air tak hanya menutup halaman, tapi juga masuk ke ruang tamu, kamar, hingga dapur.

Setiap pagi, Mama Riani memulai hari dengan kehati-hatian. Langkah kakinya pelan menyibak air, khawatir menginjak benda tajam atau sesuatu yang tak terlihat.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Beberapa hari lalu, ujar Mama Riani, seekor ular tiba-tiba muncul di dalam rumah, terbawa arus banjir. “Saya trauma. Sejak itu, saya enggak berani ke dapur. Takut ada ular lagi,” tuturnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#Banjir #feature #banjarbaru