Menjelang sore di halaman markas UPT Damkar Banjarbaru, suara sirine mobil pemadam sesekali terdengar, tetapi bukan berarti itu karena ada kebakaran.
*****
Di balik pintu garasi yang selalu siap dibuka itu, ada kisah-kisah penyelamatan lain yang justru lebih sering dilakukan para petugas dan kadang tak terduga bentuknya.
Ditemui Radar Banjarmasin, Syafrullah, Kepala UPT Damkar Banjarbaru, tersenyum kecil ketika mengingat salah satu panggilan warga yang dianggapnya paling unik.
“Pernah diminta angkat galon ke dispenser, mengambilkan kunci, HP jatuh ke selokan, sampai memperbaiki kloset yang mampet,” tuturnya, Rabu (10/12).
Bahkan, ada permintaan yang bikin para petugas saling pandang. “Ada juga istri yang minta kami memantau suaminya karena tidak mengangkat telepon. Katanya takut kenapa-kenapa,” kenangnya sambil terkekeh.
Di mata Syafrullah, gambaran masyarakat mengenai Damkar pelan-pelan mulai berubah. Tidak semua panggilan berhubungan dengan amukan api.“Tugas dan fungsi kami pertama tentu pemadaman kebakaran. Setelah itu ada penyelamatan manusia dan hewan," jelasnya.
Penyelamatan manusia bisa melibatkan puluhan bentuk kasus, Syafrullah menyebut mulai warga jatuh ke sumur, mobil terperosok, kemogokan, bahkan melepas cincin yang macet di jari.
Editor : Arief