Warga binaan dilibatkan penuh dalam setiap prosesnya, mulai dari awal penebaran bibit ayam, perawatan, hingga panen nanti.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarbaru, Ady Tri Marwoko mengatakan, perawatan ayam tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi sekaligus mendukung program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Khususnya perihal ketahanan pangan,” ujar Ady usai memimpin persiapan dan pengecekan kandang sebelum penebaran ayam dilakukan.
Dengan pelatihan ini, ia berharap warga binaan bisa menemukan bahwa keterampilan baru, dapat menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik. “Mereka belajar bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana, bahkan dari seekor ayam pejantan kecil,” imbuh Ady.
Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, memberi apresiasi atas pelaksanaan program ini. Menurutnya, pemeliharaan ayam pejantan menjadi salah satu jalan mengembangkan pembinaan yang produktif dan bernilai ekonomi.
Rencananya, ayam pejantan ini akan dipelihara hingga masa panen sebelum dipasarkan ke Rumah Makan Semua Senang (Pak Siyo) di Banjarbaru.
Pola kerja sama tersebut membuka ruang pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil program pembinaan.
“Ini salah satu bentuk komitmen kami (Lapas Banjarbaru) untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak positif,” tutup Made Supartana. (yn/ris)
Editor : Muhammad Rizky