***
Muhammad Badali, salah seorang pelanggan setia, mengaku hampir setiap sore singgah membeli segelas kopi gerobakan sebelum pulang.
"Secara rasa ini enggak jauh beda sama coffee shop yang ada di kafe-kafe. Cuma yang gerobakan harganya lebih ekonomis, lebih ramah di kantong,” katanya.
Lokasi yang mudah dijangkau—tinggal menepi sejenak di pinggir jalan—menurutnya menjadi nilai plus yang tak dimiliki kedai-kedai besar.
Tak hanya soal rasa dan harga, kopi gerobakan juga menawarkan sesuatu yang lebih halus namun terasa: kedekatan.
Interaksi sederhana antara penjual dan pembeli, obrolan ringan sambil menunggu kopi diseduh, hingga suasana jalanan yang menjadi latar, menyatu menciptakan pengalaman yang justru sulit ditemukan di ruang-ruang modern berpendingin ruangan.
Kini, kopi gerobakan telah menjadi bagian dari lanskap Kota Banjarbaru. Bukan sekadar minuman yang dikejar rasa, tetapi sebuah budaya baru yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat akan sesuatu yang praktis dan terjangkau.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief