Bahu Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Landasan Ulin tampak lebih hidup. Deretan gerobak sederhana berdiri berjejer, ditemani aroma kopi yang mengepul.
***
Di tengah riuh kendaraan yang melintas, sebuah gerobak kayu dengan lampu kuning temaram menjadi pusat perhatian. Bukan karena desainnya yang mencolok—justru kesederhanaannyalah yang membuatnya menonjol.
Gerobak kopi milik Amroe di Jalan A Yani, Kecamatan Landasan Ulin itu menjadi salah satu representasi dari tren kopi gerobakan yang tengah menjamur di Banjarbaru.
“Kita ingin menawarkan kopi yang disukai, yang harganya juga terjangkau, terutama untuk siswa,” ujar Amroe sambil tangannya cekatan meracik pesanan pelanggan.
Biji kopi yang ia gunakan berasal dari mitra lokal, menjadikannya sebagai perpanjangan tangan petani kopi di daerah. “Dari petani ke kami, langsung ke pembeli,” tambahnya singkat.
Meski tanpa mesin espresso mahal atau interior instagramable ala coffee shop, kopi dari gerobak-gerobak ini tetap tersaji dengan rasa yang tak kalah mengikat lidah.
Di beberapa sudut kota, terutama kawasan Landasan Ulin, gerobak semacam ini kini seperti oase bagi siapapun yang mencari jeda dalam kesibukan
Editor: Sutrisno
Editor : Arief