BANJARBARU —Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarbaru terus meningkat.
Dinas Kesehatan Banjarbaru mencatat penambahan tiga kasus baru pada pekan ke-45, sehingga total kasus aktif tahun ini mencapai 60.
Seluruh laporan kasus telah ditindaklanjuti dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan.
Sementara di tengah meningkatnya akumulasi kasus DBD, Kepala Puskesmas Banjarbaru Selatan, Hernita, menegaskan bahwa situasi di wilayahnya masih dalam kondisi terkontrol.
“Memasuki musim penghujan, kasus demam dengue memang tetap ada. Tapi kalau dibilang terjadi peningkatan, tidak ya. Masih stabil saja,” ujarnya.
Menurut Hernita, dalam tiga bulan terakhir terdapat 10 kasus demam dengue di wilayah Banjarbaru Selatan, dan bulan November baru satu kasus yang dilaporkan.
Kasus tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga belum ada kepastian apakah masuk kategori DBD. Ia menjelaskan bahwa diagnosis DBD tidak bisa ditetapkan pada pemeriksaan awal.
“Demam berdarah itu perjalanan penyakit. Awalnya kita sebut demam dengue dulu. Kalau nanti ada penurunan trombosit atau perdarahan, baru bisa disebut DBD,” katanya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief