Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ali Arsi, Penyair Banjarbaru yang akan Wakili Kalsel di Festival Sastra Internasional

Sheilla Farazela • Senin, 20 Oktober 2025 | 12:13 WIB
ACARA: Penyair asal Banjarbaru, Ali Syamsudin Arsi saat dalam sebuah acara.
ACARA: Penyair asal Banjarbaru, Ali Syamsudin Arsi saat dalam sebuah acara.

Di balik lembaran-lembaran puisinya yang sarat makna, Ali Arsi membawa nama Banjarbaru ke festival internasional.

        ***
Kota Banjarbaru memiliki seorang penyair senior yang menorehkan sejumlah prestasi. Namanya, Ali Syamsudin Arsi.

Salah satu prestasinya adalah terpilih sebagai satu-satunya wakil dari Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diundang dalam Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2025 di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau pada 28–31 Oktober mendatang.

Festival ini bukan acara sembarangan. Ajang tahunan tersebut sudah menjadi ikon pertemuan para penyair dari berbagai wilayah Nusantara dan negara serumpun Melayu.

Tahun ini, FSIGB memasuki pelaksanaan ke-8 dan akan dipusatkan di Balai Adat Seri Indera Sakti, Kawasan Taman Gurindam 12, Tepi Laut, Tanjungpinang. Tempat yang sarat sejarah sastra Melayu dan jejak panjang karya legendaris Raja Ali Haji.

Tak kurang dari 125 penyair dari seluruh provinsi di Indonesia serta perwakilan dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand akan hadir. Mereka datang membawa semangat persaudaraan lewat tema besar tahun ini: “Memperkukuh dan Memperkasa Ukhuwah Asy Syuara (Persaudaraan Para Penyair).”

Di antara deretan nama besar yang bakal tampil, sosok Ali Syamsudin Arsi membawa kebanggaan tersendiri bagi Banjarbaru dan Kalsel. Lima puisinya yang terangkum dalam antologi “Gumam Asa” berhasil menembus proses kurasi panitia yang dikenal ketat.

Lima karya itu berjudul Monas Nasi Siap Api Pinjaman Makin IKN, Cerita Daun Wajah Biru, Tulang Taman–Taman Tulang, Negara Rimba Kaca, dan Bercakap Tentang Harapan, Tenggelam. Judul-judul yang unik, metaforis, dan menggugah rasa ingin tahu — ciri khas karya Ali yang memadukan simbol sosial, politik, dan spiritualitas keseharian.

“Alhamdulillah, saya kembali dipercaya untuk mewakili Kalsel. Banyak juga penyair dari daerah kita yang mengirimkan karya ke FSIGB, tapi panitia melakukan seleksi yang ketat. Saya bersyukur bisa kembali dipercaya menjadi bagian dari festival sebesar ini,” ujarnya saat ditemui belum lama tadi.

Ali, yang juga dikenal sebagai Koordinator Bidang Sastra di Dewan Kesenian Kota Banjarbaru, mengaku pengalaman mengikuti FSIGB bukan hal baru baginya.

Editor : Arief
#sastrawan #banjarbaru #syair