Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kemensetneg Kumpulkan Data Soal MBG, Soroti Fobia Makanan dan Pengelolaan Limbah

Sheilla Farazela • Minggu, 19 Oktober 2025 | 05:29 WIB
RAKOR: Rapat Koordinasi Pemko Banjarbaru, SPPG dan Kementerian Sekretariat Negara di Ruang Tamu Wali Kota Banjarbaru, Kamis (16/10).
RAKOR: Rapat Koordinasi Pemko Banjarbaru, SPPG dan Kementerian Sekretariat Negara di Ruang Tamu Wali Kota Banjarbaru, Kamis (16/10).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarbaru mendapat perhatian serius dari berbagai pihak setelah kasus keracunan di daerah tetangga yaitu Kabupaten Banjar.

  *****

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kamis (16/10) tadi mendatangi Banjarbaru untuk menghimpun berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan MBG.

Kehadiran mereka juga dalam rangka “belanja masalah”, sebagai bahan penyusunan kebijakan nasional agar program MBG di daerah bisa lebih efektif.

“Yang kami harapkan adalah penyusunan kebijakan ini agar bisa implementatif di daerah. Saat ini kami sedang safari ke berbagai wilayah Indonesia untuk mengumpulkan masukan,” ujar Ibnu Firdaus Bakhri, perwakilan Sekretariat Dukungan Kabinet Kemensetneg usai rapat koordinasi bersama Pemko Banjarbaru.

Dari hasil temuan di Banjarbaru, salah satu persoalan yang mencuat adalah fobia dan alergi makanan pada sejumlah siswa yang belum tertangani.

“Contohnya ada murid yang alergi nasi, tetapi masih tetap diberikan nasi. Karena itu kami minta agar data penerima terus diperbaharui oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI),” tegas Ibnu.

Ia menekankan pentingnya pembaruan data secara berkelanjutan, agar potensi kasus alergi maupun keracunan dapat dicegah sejak dini. Hasil temuan di lapangan akan dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan dan bisnis prosedur pelaksanaan MBG di tingkat nasional.

Dalam rapat, Kemensetneg juga menyoroti masalah pengelolaan limbah di SPPG yang berdiri di tengah permukiman. Ibnu mengapresiasi langkah Dinas PUPR Banjarbaru yang siap membantu pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan. “Yang penting ada koordinasi antara SPPI, SPPG, Dinas PUPR, dan Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Plh. Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Rahmat Taufiq, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pelaksanaan MBG di Banjarbaru.

“Tentunya kami berterima kasih atas kedatangan ini, karena menunjukkan adanya apresiasi dan penghargaan kepada kami. Kami berharap kunjungan ini dapat lebih meningkatkan kualitas Program MBG di Banjarbaru,” ucapnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#limbah #banjarbaru #Mbg