Meski masih dipandang negatif, Pembatuan menjelma menjadi contoh nyata, bagaimana kekuatan gotong royong dan semangat berbagi mampu menyulap masa lalu kelam menjadi masa depan yang lebih baik.
****
Siang itu, aroma nasi kuning dan kari yang mengepul dari dapur sederhana di belakang Masjid Jami Baiturrahman, Landasan Ulin Timur, terasa begitu menggoda, Jumat (3/10).
Nasi itu merupakan program “Jumat Berkah Makan Gratis” yang digagas pengurus masjid. “Prinsip kami cuma satu, melayani umat Rasulullah,” ujar M Ali Sodikin, pengurus Masjid Jami Baiturrahman yang menjadi penggerak kegiatan tersebut.
Di bawah terik matahari ratusan jemaah yang baru saja menunaikan salat Jumat tampak berdesakan mengantre sepiring hidangan gratis.
Suara canda tawa dan obrolan ringan memecah riuh halaman masjid. Pemandangan ini mungkin terasa biasa di lingkungan masjid. Namun, lokasi kegiatan tersebut justru menyimpan cerita panjang yang jauh berbeda.
Masjid itu berada di kawasan Pembatuan. Setiap Jumat siang, wajah eks lokalisasi ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian.
Sudah lebih dari satu tahun program "Jumat Berkah Makan Gratis" berjalan. Setiap pekan, sekitar 200 porsi makanan siap saji, minuman, dan buah-buahan dibagikan gratis kepada jemaah.
Menunya pun berganti-ganti, dari kari khas Banjar, nasi kuning, hingga nasi samin. Semuanya dimasak bersama oleh warga secara gotong royong.
Editor : Arief