Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Padamkan Api hingga Evakuasi Mayat, Begini Kisah Zaini Sang Relawan Damkar di Banjarbaru

Sheilla Farazela • Kamis, 18 September 2025 | 07:42 WIB
RELAWAN: Muhammad Zaini (empat dari kiri) bersama para relawan di Banjarbaru.
RELAWAN: Muhammad Zaini (empat dari kiri) bersama para relawan di Banjarbaru.

Minim armada, serba terbatas. Namun, semangat Zaini dan kawan-kawan tak pernah padam. Mereka nekat membangun kesatuan pemadam kebakaran sendiri meski harus merogoh kocek pribadi.

             ****
Malam itu, dentuman suara besi berjatuhan dan pekik panik warga masih terbayang jelas di ingatan Muhammad Zaini. Api melalap permukiman padat di bantaran Sungai Kemuning pada 2012 silam.

Ia yang saat itu masih duduk di bangku sekolah menengah, berdiri tak berdaya menyaksikan keluarga dan tetangga berjuang menyelamatkan diri.

Sejak saat itulah, pria yang akrab disapa Zaini 28 Harma itu bertekad terjun ke dunia kerelawanan. “Saya berpikir, kalau kita bisa membantu orang, siapa tahu suatu saat kita juga butuh bantuan. Dari kebakaran di Kemuning itu, saya merasa terpanggil,” ujarnya.

Kini, warga Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan itu, sudah lebih dari satu dekade aktif sebagai relawan pemadam kebakaran dan rescue di kesatuan Damkar Harapan Mulia. Jalan yang dipilihnya bukan tanpa pengorbanan.

Dulu, ujar Zaini jumlah relawan damkar swasta di Banjarbaru masih bisa dihitung dengan jari.

Demi memiliki armada emergency, Zaini pun rela melepas sepeda motornya. “Kita pernah ditawari satu unit mobil Kijang dengan harga lumayan murah. Karena butuh armada, saya akhirnya tukar tambah dengan motor Scoopy. Padahal itu satu-satunya kendaraan saya,” kenangnya sambil tersenyum tipis.

Perjalanan Zaini bersama Damkar Harapan Mulia terus berlanjut. Dari sekadar memadamkan api, kini mereka juga sigap membantu warga saat kecelakaan hingga evakuasi mayat. “Menolong sesama itu luas, bukan hanya soal kebakaran,” cetusnya.

Sebagai anggota Banjarbaru Rescue (Barres) 698, Zaini menyadari pentingnya kesolidan antar relawan. Menurutnya, kerja bersama antar-kesatuan adalah kunci. “Semoga pemerintah bisa mendukung damkar swasta. Minimal ada hibah untuk armada, agar komunikasi dan kerja lapangan lebih mudah,” harapnya.

Di balik seragam lusuh dan wajah lelah setelah turun dari lokasi kebakaran, tersimpan mimpi besar seorang Zaini. Mimpi tentang relawan yang makin dihargai, makin kompak, dan tak lagi berjuang sendirian. Sebab baginya, menolong bukan sekadar tugas, tapi panggilan hati yang sudah menyatu dengan hidupnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#banjarbaru #Kebakaran #damkar #relawan