Keong sawah yang dianggap hama di sawah, jadi jalan rezeki bagi Nanda Zulkarnain. Di tangannya, "haliling" disulap menjadi kuliner favorit.
*****
Ramainya warga yang berolahraga di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Mitra Praja, Banjarbaru, jadi peluang bisnis bagi pelaku UMKM.
Aroma keringat bercampur bau jajanan mengepul di kiri-kanan jalan. Di antara deretan pedagang, ada satu lapak sederhana yang selalu dipenuhi pembeli.
Dari wajan besar tercium aroma kuah santan gurih, berjejer panci berisi tumisan pedas, hingga baskom penuh keong sawah.
Dialah Nanda Zulkarnain, pemuda pemilik usaha kuliner "haliling". Ya, memang banyak yang kurang familiar dengan kata Haliling. Itu adalah sebutan masyarakat Banjar untuk keong atau bekicot kecil berwarna hitam yang hidup di sawah.
Bagi sebagian orang, hewan ini mungkin hanya dianggap hama di sawah. Namun di tangan Nanda, haliling disulap menjadi kuliner yang bikin lidah ketagihan.
Lapaknya sederhana, hanya meja lipat putih di bawah payung pelangi di pinggir jalan tanah yang becek. Di atas meja, mangkuk-mangkuk plastik berisi haliling kuah tersusun rapi.
Di sampingnya, terdapat spanduk biru bertuliskan menu Haliling Kuah, Haliling Pedas, Tutut, Kerang.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief