Kopi Tjap Abah, sebuah rombong kecil di Pasar Bauntung Banjarbaru menawarkan pengalaman berbeda, yaitu kopi nusantara ala kafe dengan harga merakyat.
****
Suara pedagang menawarkan dagangan bersahut-sahutan di Pasar Bauntung Banjarbaru, Senin (1/9). Bau rempah, buah segar, dan ikan asin bercampur di udara.
Di tengah riuh pasar tradisional itu, aroma kopi hangat tiba-tiba menyeruak, mengundang langkah kaki untuk berhenti sejenak.
Aroma segar khas kopi menguar dari sebuah kios mungil bercat merah. Di sana terlihat seorang barista muda tampak cekatan menyeduh kopi nusantara dengan alat manual.
Inilah Tjap Abah, kedai kopi kecil di Pasar Bauntung Banjarbaru yang sukses menyajikan sensasi ngopi berbeda. Tentunya kopi berkualitas ala kafe, tapi dengan harga ramah kantong.
Kontras dengan suasana pasar yang sibuk, kedai kopi bernama Tjap Abah ini justru jadi tempat singgah favorit pencinta kopi.
Dari kejauhan terlihat beberapa anak muda tampak santai menyeruput kopi seduhan manual. “Ngopi di pasar punya sensasi tersendiri. Kami ingin kopi asli bisa dinikmati semua orang, bukan cuma mereka yang nongkrong di kafe,” ujar Sofwan, pemilik Tjap Abah, sambil menuang air panas ke alat saring kopi.
Sofwan bukan orang baru di dunia kopi. Pemuda 29 tahun ini sudah bergelut dengan biji kopi sejak tahun 2002, mengikuti jejak keluarganya yang sudah lebih dulu merintis usaha kopi.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief