Dengan beskap Jawa yang membungkus tubuh mungilnya dan selempang Putera Kebudayaan Cilik Kalimantan Selatan yang melingkar di dada, Rasydan melangkah mantap.
***
Jantung Muhammad Rasydan Zunnurain Risyand berdegup lebih kencang dari biasanya. Bocah 10 tahun asal Banjarbaru itu tak percaya, dirinya benar-benar berada di tengah panggung kenegaraan dalam peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Yogyakarta.
Hari itu, ia dipercaya menjadi among tamu yang menyambut langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama para tamu kehormatan dari berbagai negara. Tugas mulia yang jarang sekali diemban oleh seorang anak seusianya.
“Ini adalah pengalaman luar biasa. Rasydan bisa ikut ambil bagian dalam acara besar kenegaraan, sebuah kebanggaan bagi kami sebagai orang tua,” tutur Ramadina Riski Saputri, ibunda Rasydan, kepada Radar Banjarmasin, Jumat (29/8).
Bagi bocah kelahiran Juni 2015 yang bersekolah di SDN 1 Landasan Ulin Timur itu, kehadirannya di Yogyakarta bukan sekadar perjalanan singkat. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia modeling dan budaya. Prestasinya segudang, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.
Gelar Putera Kebudayaan Cilik Kalimantan Selatan yang disandangnya pun menjadi pintu untuk mengenalkan kekayaan budaya Banua ke panggung yang lebih luas.
Tak cukup menjadi among tamu, malamnya, Rasydan kembali mendapat kesempatan berharga. Ia hadir dalam ramah tamah bersama jajaran pemerintah daerah di Kantor Gubernur Yogyakarta.
“Harapannya, jejak prestasi ini tidak berhenti di Yogyakarta, tetapi bisa mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat Indonesia, bahkan mancanegara,” imbuh sang ibunda.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief