Perunggu bukan lagi "band rock pulang kantor". Ketiga personelnya—Maul, Adam, dan Hasman—sudah memutuskan resign. Akhirnya, mereka menjadi musisi penuh waktu.
***
ALBUM pertama "Memorandum" yang dirilis tahun 2022 mendulang sukses. Menjadi fenomena.
Perunggu menjadi band pembuka konser comeback Sheila On 7. Diundang podcast di mana-mana. Dan kaosnya laris manis.
Tawaran manggung berdatangan, tapi karena masih kerja kantoran, cuma bisa konser di weekend atau saat cuti.
Kemarin, 22 Agustus 2025, album kedua "Dalam Dinamika" dirilis. Diiringi berita bahwa Maul Ibrahim (vokal dan gitar), Adam Adenan (bass), dan Ildo Hasman (drum) telah resign.
Trio asal Jakarta itu rupanya telah mencapai titik di mana musik bisa menafkahi keluarga dan membayar cicilan KPR.
Sebelumnya, tiga single berjudul "Pikiran yang Matang", "Tapi", dan "Berhasil" dirilis secara streaming.
Bagaimana menurut kamu, apakah album kedua ini bakal menyamai kesuksesan album pertama?
Apa yang kamu rasakan dan dapatkan ketika memutar Perunggu?
Selain Perunggu, apa band/solo pendatang yang sedang kamu dengarkan dan patut direkomendasikan ke pembaca?
Gen Z Banjarmasin, Muhammad Daffi Arya Pratama memang masih asing dengan Perunggu.
Beruntungnya, Daffi bukan tipikal anak yang close minded. Dengan ringan hati ia mau diajak mendengarkan beberapa hits Perunggu.
Gesture-nya tak bisa dibohongi. Daffi tampak menikmati alunan Jenuh Ku Telan, hits Perunggu pada tahun 2020.
"Wah, masih enak banget ini, tadinya saya kira bakal menggebu-gebu lebay. Ini masih sopan banget di telinga," ujar siswa SMAN 2 Banjarmasin itu, Jumat (22/8).
Daffi rupanya bukan golongan pendengar musik keras. Tetapi untuk rock, ia masih memberi toleransi.
"Karena musik adalah soal alunan yang bisa kita menikmati, lalu melapalkan dan memaknai isi liriknya," ujar Daffi.
Sekilas melihat lirik lagu-lagu Perunggu, Daffi melihat bahwa band ini cukup puitis. Setidaknya ada effort untuk bikin lirik yang sastrawi. Ketimbang lirik curhat yang tak jelas strukturnya.
Melihat konsepnya yang begitu niat, pemuda kelahiran Kuala Kapuas itu meyakini Perunggu akan menemukan titik "gong".
"Ada saatnya salah satu hits Perunggu viral dijadikan sebagai latar musik konten, entah TikTok atau IG. Saat itulah, band ini akan benar-benar mengemuka," ujarnya.
Ia berkaca pada kesuksesan band Hindia. Musiknya mewarnai banyak konten di berbagai platform medsos.
"Hindia menyuguhkan musik dan lirik yang unik, plus nyaman didengar. Tak heran ia begitu disukai saat ini. Saya berharap Perunggu bernasib sama," tuntasnya.
Sahabatnya, Nailah Azzahra, juga pendengar baru Perunggu. Dari sekian banyak lagu di playlist, ia tertuju pada "33x".
"View-nya terbanyak, lagu ini pasti berkesan bagi para pendengar lama Perunggu," tebaknya.
Nailah menilai, lagu-lagu Perunggu enak didengar. "Musiknya tegas namun mengalir, jadi masih bisa dinikmati saat santai," ujarnya.
Gadis kelahiran Balikpapan itu meyakini warna musik band Perunggu ini akan mudah diterima masyarakat.
"Selama musiknya mengalun santai tak berlebihan, liriknya bermakna, band ini akan laku di pasaran," ujar Nailah.
Menurutnya, daya tarik lagu terletak pada aransemen dan lirik. Aransemen musik membawa ke mana arah emosional pendengar.
"Ketika aransemennya mengalun sendu, pendengar ikut sendu, cocok untuk galau. Ketika aransemennya bersemangat, pendengarnya pun ikut terpacu," ujarnya.
Dari sisi look, menurutnya Perunggu sangat menjual. Bikin betah mata memandang. "Tidak heran jika look mereka masuk dalam pertimbangan penggemar," ucapnya.
Ngomongin pendatang baru, Nailah sedang mengagumi dua solois cantik Tanah Air; Nadine Amizah dan Niki Zefanya. Baginya keduanya punya karakter vokal yang unik.
"Suaranya lembut, berkarakter dan sangat menyatu dengan lagu-lagu mereka," ujar Nailah.
Bedanya, Nadine berkiblat pada musik-musik yang Indonesia banget, sedangkan Niki berselera western.
"Keduanya sama membanggakan, bahkn Niki masuk dalam jajaran top global Spotify," ujarnya.
Buat kamu yang sedang menggalaukan keadaan, setting saja ke playlist Nadine Amizah. "Dijamin semakin mendalami suasana," pungkasnya. (tia/fud)
Editor : Arief