Batang pinang itu berdiri tegak di halaman panti rehabilitasi, licin dan menjulang tinggi. Butuh tenaga ekstra, tawa, bahkan teriakan semangat untuk bisa menaklukkannya.
***
Tubuhnya masih belepotan lumpur saat Saufi (24) tertawa terbahak-bahak bersama kawan-kawannya. Mereka baru saja gagal mencapai puncak batang pinang yang licin.
Ada yang terjatuh, ada pula yang tertimpa badan teman di bawahnya. Tapi tak ada yang marah. Semua larut dalam keriuhan.
“Capek, sakit, tapi seru sekali. Rasanya seperti main di kampung waktu kecil dulu,” kata pemuda asal Kabupaten Banjar itu sambil menghela napas usai mengikuti lomba 17-an di rumah YPR Kobra Kalsel, samping RSD Idaman Banjarbaru, Senin (18/8) siang.
Sudah dua bulan Saufi tinggal di Yayasan Pemulihan dan Rehabilitasi (YPR) Kobra Kalsel, Banjarbaru.
Hidupnya perlahan berubah. Dari hari-hari kelam dikuasai narkoba, kini ia mulai merasakan arti kebersamaan, terutama saat momen lomba HUT ke-80 RI digelar di panti rehabilitasi itu.
Di lapangan sederhana, lomba panjat pinang menjadi tontonan paling ditunggu. Puluhan residen bersorak, memberi aba-aba, hingga membantu menyusun strategi siapa yang harus naik terlebih dulu. “Kalau sendiri tidak mungkin bisa sampai atas. Harus saling topang. Itu yang paling saya rasakan,” ujar Saufi.
Selain panjat pinang, ada pula lomba voli sarung. Dengan penuh canda, para residen berlarian di lapangan tanah merah, sarung melilit pinggang, sesekali terinjak hingga membuat mereka jatuh berulang kali.
Gelak tawa pecah setiap kali bola melenceng jauh. “Kadang kami lupa kalau sedang rehab. Seperti sedang kumpul dengan saudara sendiri. Semua gembira, tidak ada beban,” ucap Saufi.
Editor : Arief