Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

PNS di Banjarmasin ini Pasang Panel Surya di Rumahnya, Bisa Hemat Hampir Separo Tagihan Listrik

Riyad Dafhi Rizki • Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:16 WIB

 

MERAH PUTIH BERKIBAR: Roy Wishnu Purnama menunjukkan panel listrik tenaga surya di rumahnya di Alalak Utara, Selasa (19/8).
MERAH PUTIH BERKIBAR: Roy Wishnu Purnama menunjukkan panel listrik tenaga surya di rumahnya di Alalak Utara, Selasa (19/8).

Panas terik matahari yang kita keluhkan, justru menjadi sumber listrik di rumah Roy, seorang PNS yang peduli dengan energi bersih.

       ****
BANJARMASIN - Jejeran panel surya terpasang di sebuah rumah di RT 13 Alalak Utara, Banjarmasin Utara.

Pemiliknya, Roy Wishnu Purnama, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Kalimantan Selatan.

Kisah pengembangan energi ramah lingkungan ini bermula pada tahun 2020, ketika pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat banyak terhenti.

Waktu luang yang lebih banyak, dimanfaatkan Roy untuk menekuni ketertarikan lama.

"Keinginan memang sudah lama, tapi karena sibuk kerja, belum sempat terwujud. Pas covid kan lebih banyak di rumah. Akhirnya saya belajar dari membaca buku dan menonton YouTube untuk merangkainya," ujar Roy, Selasa (19/8).

Berbekal hobi merakit dan rasa ingin tahu tinggi, ia mencoba merancang sendiri sistem panel surya untuk rumahnya.

"Maklum, dahulu memang bercita-cita jadi insinyur," ujarnya, tersenyum.

Awalnya ia hanya menggunakan satu panel dengan sistem inverter off-grid, di mana energi disimpan di dalam baterai. Tetapi, cara ini dinilainya cukup merepotkan karena baterai harus rutin diisi.

"Karena itu, saya beralih ke sistem inverter on-grid dengan empat panel," katanya.

Berbeda dengan off-grid, sistem on-grid membuat listrik dari panel langsung dipakai untuk kebutuhan rumah tanpa perlu disimpan di baterai.

Jika hasil listriknya berlebih, otomatis tersalurkan ke jaringan PLN. Begitu pula sebaliknya, saat cuaca mendung atau malam hari, rumah tetap bisa menggunakan listrik PLN seperti biasa.

Untuk membangun keseluruhan sistem yang ada saat ini, Roy terhitung telah merogoh kocek sekitar Rp10 juta. Namun, manfaat yang ia rasakan jauh lebih besar.

"Kalau dihitung, uang segitu dalam tiga tahun sudah balik modal. Apalagi alat ini bisa tahan sampai 25 tahun, bahkan lebih," jelasnya.

Kini, listrik dari panel surya menopang sebagian kebutuhan rumahnya: dua lemari es, pendingin ruangan, pompa air, hingga pemanas air.

Jika dihitung, konsumsi listrik rumahnya bisa mencapai 1.200 watt per hari, dan sekitar 400 watt di antaranya ditopang oleh panel surya. Dampaknya langsung terasa di tagihan bulanan.

"Seharusnya sampai Rp1,5 juta, tapi berkat panel surya hanya sekitar Rp800-900 ribu saja," ungkap Roy.

Perawatannya pun tidak sulit. Panel hanya perlu dibersihkan bila kotor. "Yang penting hati-hati saat memilih kabel instalasi. Jangan pakai yang rapuh kalau daya listriknya besar," ungkapnya.

Ke depan, ia berencana beralih ke sistem inverter hybrid dengan menambah hingga 20 panel. Namun masih terkendala pada ongkos.

"Inverternya saja bisa Rp5 jutaan. Tapi tentu manfaatnya lebih besar. Bisa-bisa tagihan listrik bulanan nol rupiah," katanya.

Roy mengajak masyarakat agar tidak ragu beralih ke energi bersih ini. 

"Daripada terus mengandalkan energi kotor. Apalagi kita punya energi matahari yang melimpah. Sayang kalau tidak dimanfaatkan," pesannya.

"Kalau bisa disubsidi pemerintah, pasti lebih banyak yang menggunakan," ujarnya berandai-andai.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #listrik #energi #panel surya