Laporan Suriansyah Achmad (Direktur Radar Banjarmasin)
NEW YORK - Ada yang berbeda pada perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80 di New York, Amerika Serikat (AS).
Tahun ini, diaspora lebih aktif memeriahkan. Hal ini membuat Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, Winanto Adi sangat senang, bangga, sekaligus berterima kasih kepada warga Indonesia yang tinggal di kota berjuluk The Big Apple tersebut.
Sebagian besar rangkaian kegiatan perayaan diinisiasi dan diselenggarakan oleh diaspora. Baik oleh mereka yang telah tinggal lama, bekerja, pelajar, maupun mahasiswa.
"Tahun ini, (perayaan HUT RI ke-80) bagi saya sangat spesial. Kami sangat bersyukur sekaligus bangga" ungkap Winanto Adi usai upacara.
Sejumlah kegiatan yang diinisiasi diaspora di antaranya, di Boston berhasil menggandeng pihak Pemerintah Kota Boston untuk melakukan pengibaran bendera merah putih di City Hall Boston (halaman Kantor Wali Kota Boston, red).
Ini membanggakan karena pertama kali terjadi sepanjang sejarah peringatan HUT Kemerdekaan RI di Boston.
"Memang Wali Kota (Boston) berhalangan hadir. Beliau diwakili Kepala Department City of Boston dan tim. Tapi tetap membanggakan. Sangat meriah dan menjadi sejarah," tegasnya.
Kemudian, ada acara serupa di Kota Philadelphia negara bagian Pennsylvania. Di kota terbesar kelima di Amerika Serikat itu sudah dilaksanakan selama 10 tahun.
Kemudian 21 Agustus nanti, juga ada kegiatan yang diinisiasi diaspora. "Diaspora kita bekerja sama dengan Boroughs of Queens di gedung Wali Kota Queens," bebernya.
Sekadar diketahui, borough di Indonesia setara kotamadya. Di New York ada 5 boroughs. Yakni, Bronx, Brooklyn, Manhattan, Queens, dan Staten Island.
Lalu 23 Agustus nanti, diaspora juga mengadakan pasar malam di Long Island City yang berseberangan dengan Kantor United Nations (UN) atau Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Keesokan harinya atau 24 Agustus, mahasiswa Indonesia akan menggelar kegiatan Indonesian Movie Day atau pemutaran film-film Indonesia.
Lanjut 27 Agustus, akan dilakukan pengibaran bendera merah putih bersama Wali Kota New York, Eric Adams di Bowling Green bagian selatan Manhattan.
"Tempat ini sangat bersejarah. Ini tempat evakuasi terakhir pasukan Inggris meninggalkan Amerika setelah kalah perang," jelasnya.
Kemudian 30 Agustus, diaspora Philadelphia akan melakukan pesta rakyat. KJRI akan melakukan layanan konsulat.
Pertimbangannya, di Philadelphia ini jumlah WNI di pantai timur terbanyak kedua setelah New York.
"Alhamdulillah. Semua diinisiasi oleh diaspora kita. Tidak lagi tergantung KJRI, tapi berkolaborasi. Ini yang terbaik. Jadi bisa dibilang kami selevel. Bukan seperti bapak dengan anak," cetusnya.
Aktivitas diaspora yang lain di antaranya peringatan berdirinya Masjid Al Hikmah. Ini masjid pertama yang dibuat dengan kolaborasi frame overnya diaspora di New York.
Kemudian ada launching Indonesia American MBA (IA MBA) Association atau asosiasi mahasiswa MBA se-Amerika Serikat. "Jumlahnya lebih 300 mahasiswa, ditambah alumni," ungkap Winanto.
Sementara, suasana peringatan independence day berlangsung khidmat dan lancar di Aula Pancasila, Konjen RI New York. Secara umum susunan acara sama sebagaimana di Tanah Air.
Namun, karena dilaksanakan di dalam ruangan, tepatnya Pancasila Room KJRI, tentu harus ada penyesuaian.
Baca Juga: Megawati Absen di Upacara HUT RI di Istana Merdeka, Sukmawati dan Guruh Hadir
Kantor KJRI tersebut memang tidak terlalu besar. Berdiri 3 lantai, dan tidak ada halaman. Sehingga parkir dilakukan di tepi jalan.
Lantai pertama lobi dan aula Pancasila Room. Lantai 2 dan 3 ruang kerja, termasuk ruang Kepala KJRI New York.
Penyesuaian yang dilakukan seperti tidak ada pengibaran bendera dan defile. Apalagi gelar pasukan, paduan suara, dan korps musik lazimnya di Indonesia yang biasanya berlangsung di lapangan luas.
Naskah proklamasi dibacakan pejabat Konjen, Nadia Marlene. Sementara di Tanah Air dibacakan ketua lembaga legislatif.
Bertindak sebagai Komandan Upacara, Letkol Inf Paulus Pandjaitan, Perwira Upacara Kombes Pol Tito Travolta Hutahuruk, dan Pembaca UUD 1945 Miriam Bahagijo.
Selesai upacara dilanjutkan dengan perkenalan anggota baru KJRI New York. Yakni, Dea Kurniawan Perdana, Andreas Wisnu Dewanto, dan Bagir Bintang Bahana.
Setelah foto bersama petugas upacara, staf, diaspora, serta undangan, dilakukan pemotongan tumpeng.(sa)
Editor : Fauzan Ridhani