Sesuai dengan visi misi Wali Kota Banjarbaru, yaitu meningkatkan SDM yang berdaya saing unggul, pelatihan pembuatan tumpeng diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan warga Syamsudin Noor.
***
Pelatih pembuatan tumpeng, Anindya Dest mengatakan, pelatihan berlangsung selama enam hari.
Lima hari diisi dengan materi dan teori seputar teknik memasak, membuat lauk pendamping, pembuatan garnish, ataupun plating makanan dan sebagainya. "Sedangkan hari keenam, peserta langsung mempraktikkan semua ilmu yang telah diperoleh dalam bentuk lomba antar kelompok," katanya.
"Jadi masing-masing kelompok ada pembagian tugas. Ada yang khusus masak nasi dan lauk, membuat garnish, sampai plating atau penyajian. Ini seperti simulasi dapur usaha sebenarnya," tambahnya.
Tumpeng yang dibuat ujar Anindya, tak hanya menggugah selera, tapi juga menunjukkan kreativitas dan kekompakan. Meski banyak yang belum pernah mengikuti pelatihan kuliner sebelumnya, hasilnya mengejutkan rapi, proporsional, dan estetik
Anindya pun berharap, ilmu yang dibagikan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Ia ingin para ibu-ibu ini terus mengasah keterampilannya, bahkan membentuk komunitas atau kelompok usaha bersama.
"Yang terpenting itu percaya diri dulu. Dari situ mereka bisa mulai. Modal usaha bisa dicari, tapi kepercayaan diri dan kemauan tidak bisa dibeli,” tegasnya.
Pelatihan ini ujar Anindya memang hanya berlangsung beberapa hari. Tapi benih yang ditanam, baik itu keberanian, keterampilan, dan semangat berkarya bisa tumbuh lama.
"Dari dapur kecil di rumah-rumah mereka, mungkin akan lahir tumpeng-tumpeng penuh makna yang tak hanya disantap, tapi juga membawa harapan baru," sebutnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief