Salah satu peserta, Hayani Muslimah mengaku pelatihan ini seperti membuka pengetahuan baru.
****
Awalnya Hayani cuma bisa memasak sederhana untuk katering nasi kotak. Tapi setelah ikut pelatihan ini, dia berani mencoba jualan. "Insyaallah kalau ada yang mau pesan tumpeng, saya jadi berani mencoba jualan. Apalagi diajari cara plating yang cantik," ujarnya sembari tertawa kecil.
Lurah Syamsudin Noor, Faisal Rahman mengatakan, pelatihan ini bukan sekadar ajang memasak, tapi sebuah proses pemberdayaan yang menyentuh langsung aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.
"Ibu-ibu ini luar biasa antusias. Mereka bukan hanya datang untuk belajar, tapi juga menunjukkan kemauan kuat untuk berkembang. Ada semangat, ada kemauan, dan itu yang paling penting," ujarnya.
“Kita tahu tumpeng ini bukan makanan biasa. Namun simbol syukur, kebersamaan, dan budaya kita. Kalau bisa dibuat sendiri oleh warga dengan kualitas bagus, kenapa tidak dikembangkan jadi usaha?” lanjut Faisal.
Ia juga mengatakan, kegiatan pelatihan ataupun pemberdayaan turut dilaksanakan pihaknya setiap tahun, hanya saja untuk tahun ini mengangkat tema tumpeng.
"Sesuai dengan visi misi wali kota kita sekarang yaitu ingin SDM kita berdaya unggul saing. Dengan adanya kegiatan ini saya harap warga Syamsuddin Noor bisa memperoleh ilmu dan kemampuan untuk nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangganya sendiri," jelasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief